Oknum Guru SMP Cabuli Empat Gadis di Bawah Umur di Hutan, Pria 39 Tahun Ini Tak Suka Wanita Dewasa

Foto: Ilustrasi - Pencabulan. (tribunlampung.co.id/dodi kurniawan)

Detik kabar -- Sejumlah anak di bawah umur menjadi korban kebiadaban seorang oknum ASN (Aparatur Sipil Negara).

Pasalnya, pelaku nekat mencabuli sejumlah gadis di bawah umur untuk menyalurkan hasratnya.

Pelaku diketahui bernama Hendri warga Lubuk Linggau, Sumatera Selatan.

Pria berusia 39 tahun itu diketahui bekerja sebagai seorang guru SMP.

Ulah biadab Hendri dianggap telah merusak citra baik guru di tanah air.

Saat ini, Hendri telah diamankan oleh polisi setelah buron selama sekitar satu tahun.

Hendri ditangkap Tim Macan Polres Lubuklinggau di Pasar Satelit, Kelurahan Pasar Satelit, Kecamatan Lubuklinggau Utara II Senin (1/2/2021) lalu sekira pukul 18.45 WIB.

Kapolres Lubuklinggau AKBP Nuryono didampingi Kasatreskrim AKP Ismail mengatakan, Hendri merupakan seorang predator anak dibawah umur.

Menurutnya, pelaku merupakan oknum guru SMP ini ditangkap Tim Macan Polres Lubuklinggau di Pasar Satelit, Kelurahan Pasar Satelit, Kecamatan Lubuklinggau Utara II Senin (1/2/2021) lalu sekira pukul 18.45 WIB.

Tak hanya fedofilia, Hendri juga pernah terlibat kasus jambret.

"Pelaku juga pernah terlibat dalam kasus Jambret, termasuk kasus kejahatan lainnya apakah pernah melakukan dengan siswanya nanti akan koordinasi dengan Polres Empat Lawang," ungkapnya.

Berdasarkan pengakuan Hendri, ada sekitar delapan kali merudapaksa anak-anak di Kota Lubuklinggau sejak tahun 2018 silam.

"Modus pelaku (Hendri) ini mengajak korban untuk disetubuhi dan melakukan perbuatan cabul, yang sudah terdata dikami ada empat laporan polisi," ungkapnya.

Saat ini Tim Macan Polres Lubuklinggau tengah melakukan pengembangan, modus Hendri mencari korban saat dalam perjalanan menuju dan pulang dari Kabupaten Empat Lawang.

"Pelaku (Hendri) menjalankan aksinya saat dalam perjalanan menuju Empat Lawang dan pulang, modusnya memepet anak-anak, ditawari iming-iming hadiah, lalu dibawa ke dalam hutan untuk dirudapaksa," ujarnya.

Kemudian untuk pasal yang akan dikenakan kepada Hendri yakni pasal perlindungan anak dengan ancaman hukuman di atas tujuh tahun penjara.

"Pelaku juga pernah terlibat dalam kasus Jambret, termasuk kasus kejahatan lainnya apakah pernah melakukan dengan siswanya nanti akan koordinasi dengan Polres Empat Lawang," ungkapnya.

Berdasarkan pengakuan AG kepada Tim Macan korbannya sudah banyak dan diincar oleh AG khusus anak-anak.

AG tidak menargetkan secara khusus melainkan melihat situasi dan kesempatan.

Ketika melihat anak-anak main di jalan sendirian AG langsung merayu korban dengan alasan kenal dengan kakak korban, sehingga ketika korban mau AG langsung membawanya.

Alasannya saat membujuk korban untuk membantunya memberikan kado kepada pacaranya.

Setelah korban terbujuk rayuannya, kemudian pelaku membawa korban ke semak-semak lalu dirudapaksa.

Alasannya kepada polisi AG memang menyukai anak-anak.

AG mengaku mempunyai kelainan dan cendrung menyukai anak-anak tidak suka dengan orang dewasa.

Sementara itu, warga kelurahan Watervang Kecamatan Lubuklinggau Timur I pun mengaku bersyukur polisi akhirnya telah menangkap Hendri.

"Kita sangat berterima kasih pelaku sudah ditangkap, sebab kalau masih berkeliaran kita khawatir, apalagi cara (pelaku) sangat meyakinkan mengajak korbannya," ungkapnya Putri ibu rumah tangga.

Ibu dua anak ini pun mengaku tidak khawatir lagi saat menyuruh kedua anaknya yang masih SD untuk berbelanja di warung tetangga yang tak jauh dari rumahnya.

"Kami dak was-was lagi nyuruh anak belanja di warung, ketika tahu modusnya kami sempat takut, baca informasi pelaku itu sangat lihai, mudah-mudahan tidak ada lagi pelaku semacam itu," tambahnya.(TribunnewsBogor.com/Sripoku.com)


Sumber: https://aceh.tribunnews.com/2021/02/03/oknum-guru-smp-cabuli-empat-gadis-di-bawah-umur-di-hutan-pria-39-tahun-ini-tak-suka-wanita-dewasa

LihatTutupKomentar