Lakukan Razia Knalpot, Polisi Malah Tak Sengaja Rusak Motor Pemiliknya, Warganet Tuntut Ganti Rugi


Foto: Viral video polisi rusak motor saat beri hukuman kepada pengguna knalpot brong di Bali. 

Detik Kabar - Baru-baru ini beredar video polisi melakukan razia knalpot brong.

Yang menjadi perhatian warganet adalah polisi menekan gas hingga motor melaju karena tidak distandar dua.

Oknum polisi yang diduga berasal dari Bali mendapat kecaman warganet.

Polisi yang diketahui sedang melakukan razia knalpot brong itu tak sengaja merusakkan motor yang disitanya.

Pasalnya saat sedang melakukan sanksi terhadap pengendara motor yang memiliki knalpot brong, oknum polisi itu lupa tak memasang standar tengah.

Akibatnya saat digas dengan kencang, motor tersebut melaju tak terkendali.

Suara motor terjatuh pun terdengar cukup keras.

Sedangkan pemilik motor nampak kebingungan dengan yang dilakukan oleh sang polisi.

Kejadian tersebut terekam video dan viral di media sosial.

Dari video yang beredar, polisi ingin memberikan pelajaran terhadap para pemilik motor yang memiliki knalpot brong.

Polisi pun berinisiatif untuk mendekatkan telinga pemilik motor ke dekat knalpot yang dipakainya.

Namun naasnya, motor yang belum distandar tengah itu ringsek.

Video itu kemudian viral dan diunggah ulang oleh akun Instagram @info_tetangga pada Selasa (2/2/2021).

Terlihat dari video yang beredar, peristiwa itu terjadi di daerah Bali jika dilihat dari plat nomor motor.

Akun @otomotifweekly pun turut mengunggah video tersebut di Instagram.

Sontak, warganet pun langsung melayangkan komentar yang meminta sang polisi untuk bertanggung jawab.

Banyak juga warganet yang menunggu penjelasan sang polisi dari peristiwa yang terjadi.

"ayoo ganti," tulis @hadycahyady1115.

"Seharusnya netralkan dulupak, biar gak jalan," tulis @aidil_lubis04.

"Gimana kelanjutannya," tulis @i.am_fajry.

"Gak apa-apa deh ditilang juga, asal Pak Polisinya ganti rugi aja tuh. Ketauan polisinya bukan anak motor," tulis @bayuramadian09.

"Ganti rugi dong," tulis @irgfhrzk.

Dasar hukum tilang knalpot

Viralnya video sanksi knalpot brong dengan mendekatkan telinga pemilik motor agar mendengar suara knalpot yang bising, membuat praktisi hukum dan pengajar di Kiriminologi Universitas Indonesia (UI), Leopold Sudaryono angkat bicara.

Menurutnya polisi memiliki kewenangan untuk menindak pelanggaran lalu lintas dengan mengeluarkan tilang.

"Tilang terhadap knalpot harus memiliki dasar pelanggaran hukum. Kalau karena dianggap melanggar ambang batas kebisingan, PP 80/2012, mewajibkan tilang menggunakan alat uji kebisingan.,"

"Perlu dilihat apakah ini sudah digunakan," ujar Leopold dikutip dari Kompas.com.

Leopold menambahkan, terhadap pengrusakan atau pemusnahan barang bukti knalpot serta pengenaan sanksi hukuman (fisik) harus melalui penetapan pengadilan.

Menurutnya, diskresi yang diatur dalam UU Kepolisian Pasal 18 ayat 1 juga memiliki batasannya.

"Jika mengalami kerugian akibat tindakan pengrusakan dan hukuman fisik, pihak yang dirugikan bisa melaporkan kepada divisi Propam dan Kompolnas (untuk tindakan petugas) dan kepada SPK Kepolisian setempat untuk tindakan oleh warga," kata Leopold.

Padahal, jika petugas dibekali alat pengukur kebisingan suara, cukup memeriksa knalpot motor tersebut. Jika melanggar aturan, tinggal keluarkan surat tilang.

Sumber:  https://aceh.tribunnews.com/2021/02/03/lakukan-razia-knalpot-polisi-malah-tak-sengaja-rusak-motor-pemiliknya-warganet-tuntut-ganti-rugi

LihatTutupKomentar