Ini 3 Penyebab Anak Batita Berperilaku Negatif, Jangan Dimarahi


FOTO TAK TERKAIT DENGAN BERITA - Balita berusia 2 tahun, Jack Angara asal Filipina meninggal setelah memasukkan sendok besi ke lubang kabel ekstensi. 

Kuncinya, kita sebagai orangtua perlu tahu dulu penyebab anak batita kita memiliki perilaku negatif.
 
Detik Kabar – Anak masih di bawah tiga tahun (Batita) umumnya kerap menangis, marah, hingga melempar barang.

Oleh karena itu, terkadang orangtuanya pun mengecap anaknya itu sebagai anak nakal.

Padahal perilaku negatif pada batita bisa ditangani dengan baik.

Kuncinya, kita sebagai orangtua perlu tahu dulu penyebab anak batita kita memiliki perilaku negatif.

Istilah perilaku negatif sendiri identik dengan sikap memberontak dan tidak bersahabat, Kawan Puan.

Biasanya kita mengenal perilaku negatif yang umum terjadi di usia praremaja dan remaja, tapi hal ini juga bisa muncul pada anak seusia batita.

Saat itu terjadi, saat anak kesayangan berperilaku negatif, tentu kita bingung bagaimana cara menghadapi dan mengatasinya.

Sebelum masuk ke tahap itu, sebaiknya Kawan Puan ketahui dulu penyebab perilaku negatif pada anak.

Perilaku negatif pada batita muncul karena ia belum bisa mengungkapkan ketidaknyamanannya dengan kata-kata.

Sebenarnya apa penyebab ketidaknyamanan itu?

Secara ilmu psikologi ada banyak penyebabnya, jika dibagi ada penyebab dari dalam diri dan di luar diri dari si anak.

1. Faktor Emosi Si Anak

Faktor internal amat berhubungan erat dengan masalah emosi atau perasaan pada diri anak.

Emosi dari dalam diri anak inilah yang mendorongnya berperilaku negatif.

Misalnya, dengan berteriak, menangis, atau ngambek.

Intinya, dia akan melakukan itu saat merasa tidak senang atas sesuatu hal.

Si batita kecil merasa tidak nyaman atas berbagai emosi negatif yang dia rasakan.

Dia tidak mengerti apa yang dirasakannya, dan tidak tahu cara mengomunikasikannya, sehingga timbul tindakan fisik untuk mengatasi hal ini.

Contoh yang biasa terjadi: Dia marah pada sesama batita lain, tapi dia tak bisa mengatakan, "Aku kesal, sebab kamu diam saja saat kuajak bermain."

Akhirnya, batita Kawan Puan mengeluarkan ini dengan, misalnya, memukul untuk menunjukkan kekesalannya.

2. Anak Punya Energi Berlebih

Tak hanya batita, setiap anak umumnya memiliki energi berlebih dalam beraktivitas.

Ini yang membuat kita sering berkata, "Anak itu kayak enggak ada capeknya!"

Hanya saja, energi ekstra ini kalau tidak disalurkan dengan tepat bisa menyebabkan perilaku negatif, khususnya dalam bentuk agresivitas.

Secara tak langsung batita sedang mengeluarkan energ berlebihnya itu.

Sebab perilaku agresif membutuhkan banyak energi.

Penyebab lain dari sikap agresif adalah karena batita Kawan Puan harus memusatkan perhatian selama beberapa waktu.

Kalau waktu itu sudah semakin lama dan melampaui kemampuan anak, maka perilaku negatif dalam bentuk agresivitas juga bisa muncul. 

Untuk batita berusia 1,5 tahun, mereka belum bisa berkonsentrasi penuh lebih dari 15 menit.

Jadi kalau kita memintanya untuk diam, biasanya si batita akan gelisah, dan keluar dalam bentuk menangis bahkan merusak.

3. Egosentrisme Pada Anak

Egosentrisme pada anak kecil beda dengan orang dewasa.

Pada anak kecil, maknanya bukan “egois” seperti yang kita ketahui.

Pada batita, egosentrisme adalah ketidakmampuan anak dalam memahami sesuatu dari sudut pandang orang lain.

Anak batita yang berusia 1 hingga 3 tahun memang berada dalam fase egosentris.

Mengapa? Sebab batita Kawan Puan masih kesulitan memahami sesuatu dari sudut pandang orang lain.

Dia mau mainan temannya, dia pun akan mengambil mainan itu. 

Teman batitanya tak ingin memberikan mainan itu? Dia tidak peduli, dan mungkin akan merampasnya.

Dari contoh tadi saja, egosentrisme bisa turut berperan dalam perilaku negatif.

Tapi, egosentrisme bukan sumber penyebab batita berperilaku negatif, Kawan Puan.

Sebab, tidak semua anak usia ini berperilaku negatif.

Jadi, sebelum Kawan Puan memarahi anak dan menganggap serta menyebutnya anak nakal, pahami dulu apa penyebabnya.

Saat sudah tahu, baru cari tahu cara menanganinya dengan baik. (*)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Jangan Dimarahi, Pahami 3 Penyebab Anak Batita Berperilaku Negatif

LihatTutupKomentar