Ada Lingkaran Hitam di Bawah Mata Anak? Ini 6 Penyebab dan Cara Menghilangkannya

Foto: Saeful Imam via Grid.Id

Detik Kabar -  Banyak orang dewasa memiliki lingkaran hitam di bawah mata mereka, yang kita anggap sebagai penyebab sulit tidur, stres, atau kelelahan.

Tapi bagaimana dengan lingkaran hitam di bawah mata anak-anak?

Meskipun jarang menjadi perhatian, penting untuk memahami mengapa lingkaran hitam di bawah mata muncul pada anak-anak.

Hal pertama yang perlu Moms ketahui adalah bahwa zat ini dihasilkan oleh perubahan warna kulit di bawah mata atau kontur total mata.

Produksi melanin yang berlebihan dan juga pelebaran pembuluh darah dapat menyebabkan perubahan ini. 

Kulit di sekitar mata berukuran antara 300 dan 800 mikron, artinya cukup tipis, dan inilah mengapa proses fisiologis ini sangat terlihat.

• 

Penyebab lingkaran hitam di bawah mata pada anak-anak

Wajar bagi orang tua merasa khawatir ketika melihat anak-anak mereka bangun dengan lingkaran hitam di bawah mata.

Bagaimanapun, kondisi ini membuat anak-anak terlihat sakit, lelah, dan kurus.

Melansir dari Step to Health, Rabu (3/2/2021), berikut ini penyebab munculnya lingkaran hitam di bawah mata anak-anak.

1. Kesulitan tidur

Wajar jika lingkaran hitam muncul saat anak memiliki kebiasaan tidur yang buruk. 

• 

Gangguan ini dikenal sebagai insomnia kekanak - kanakan dan menyerang anak-anak berusia antara enam bulan sampai lima tahun.

Konsumsi makanan dan minuman seperti kopi atau coklat sesaat sebelum tidur dapat mempengaruhi tidur anak. 

Melakukan aktivitas fisik pada malam hari, rangsangan cahaya dari perangkat teknologi, dan kebisingan sekitar juga dapat mempengaruhi si kecil dan berujung pada munculnya lingkaran hitam di bawah mata.

• 

Insomnia menghasilkan lingkaran hitam di bawah mata pada anak karena kurang istirahat.

2. Apnea tidur obstruktif

Penyebab lain lingkaran hitam di bawah mata anak-anak adalah apnea tidur pediatrik obstruktif.

Gangguan ini disebabkan oleh tersumbatnya sebagian atau total pernafasan saat tidur akibat penyempitan jalan nafas.

Gejala lain yang mungkin menunjukkan bahwa anak mengalami gangguan ini adalah sebagai berikut

Mendengkur dengan jeda nafas yang lama

Teror malam dan tidur gelisah

Mulut kering

Bernapas melalui mulut

Kelelahan

Akibat kurang tidur atau aktivitas yang berlebihan di siang hari, anak-anak mungkin mengalami episode kelelahan yang menyebabkan munculnya lingkaran hitam di bawah mata.

Dalam kasus ini, Moms penting untuk meninjau kembali aktivitas yang dilakukan anak-anak pada siang hari untuk memberi mereka waktu istirahat dan pemulihan.

Berhati-hatilah saat tidur siang yang dapat memengaruhi seberapa baik anak tidur di malam hari.

• 

3. Hidung tersumbat

Sebagai salah satu penyebab tersering, hidung tersumbat akibat flu, rinitis alergi, asma, atau sinusitis juga menyebabkan lingkaran hitam di bawah mata anak. 

Perubahan warna ini tidak hanya di area mata bawah, tapi juga di hidung.

Kondisi ini terjadi karena pelebaran pembuluh darah di area ini.

Penting untuk diperhatikan bahwa saat terjadi konjungtivitis, kelopak mata menjadi merah karena iritasi pada kulit.

4. Kondisi genetik

Meskipun mereka biasanya menampakkan diri pada masa remaja, beberapa anak mungkin memiliki kecenderungan genetik untuk memiliki lingkaran hitam di bawah mata mereka sejak usia dini. 

Kondisi ini juga dikenal sebagai lingkaran hitam bawaan.

Ini tidak lebih dari hiperpigmentasi genetik di area sekitar mata dan jarang ada solusi. Yang perlu diketahui adalah bahwa hal itu tidak membahayakan kesehatan fisik anak Anda.

• 

5. Neuroblastoma 

Neuroblastoma adalah salah satu jenis kanker yang sering terjadi di kelenjar adrenal, di perut, di dada, atau di area tubuh yang terdapat kelompok sel saraf.

Kondisi ini muncul pada anak di bawah usia lima tahun dan menyebabkan memar di sekitar mata.

Penting untuk tidak mengacaukan lingkaran hitam ini dengan lingkaran hitam yang disebabkan oleh faktor lain yang kurang serius.

Dalam kasus neuroblastoma, gejala lain juga muncul, seperti benjolan subkutan, proptosis (mata yang keluar dari rongganya), nyeri tulang atau punggung, demam, dan penurunan berat badan tanpa alasan yang jelas.

6. Selulitis orbital

Selulitis orbital bisa menjadi infeksi serius.

Pada anak-anak, konisisi ini muncul sebagai kondisi sinus. Karena itu, disertai dengan lingkaran hitam atau mata melotot pada anak di bawah usia 7 tahun.

• 

Staphylococcus aureus, Streptococcus pyogenes, dan Haemophilus influenzae adalah penyebab tersering. Selain itu, warna mata merah, kesulitan menggerakkan mata, dan demam muncul.

Apa yang harus Moms lakukan jika anak memiliki lingkaran hitam di bawah mata?

Biasanya, lingkaran hitam di bawah mata anak bukanlah kondisi yang serius.

Namun, bila ada gejala lain yang menyertai, Anda perlu berkonsultasi dengan dokter untuk menyingkirkan penyakit.

• 

Untuk memperbaiki penampilan sang anak, Anda dapat mengingat rekomendasi dan perawatan alami berikut ini.

Istirahat yang cukup

Dalam kasus lingkaran hitam di bawah mata karena kurang tidur, Moms harus mencegah anak Anda tidur siang lama-lama di siang hari.

Hindari juga menonton TV atau paparan layar lain sebelum waktu tidur.

• 

Moms dapat berbicara dengan dokter anak tentang kemungkinan memasukkan infus untuk membantu anak-anak tertidur, seperti chamomile atau susu dengan madu.

Pada saat yang sama, jika anak Anda melakukan banyak aktivitas sepanjang hari, Anda mungkin ingin mempertimbangkan untuk memberi mereka lebih banyak ruang untuk istirahat atau melakukan aktivitas yang menurut mereka menenangkan, seperti yoga atau meditasi.

Gunakan perawatan alami

Jika Moms ingin membantu mengurangi munculnya lingkaran hitam di bawah mata anak, Moms dapat menggunakan pilihan alami seperti irisan mentimun.

Tempatkan satu irisan di bawah setiap mata. Cara ini akan meningkatkan sirkulasi, mengurangi peradangan , dan melembabkan area sekitar mata.

Moms juga bisa mengoleskan minyak kelapa atau almond ke lingkaran dengan bantuan bola kapas.

Cari ini juga akan membantu mengurangi peradangan dan mendorong pertumbuhan bulu mata.

Lingkaran hitam di bawah mata anak-anak, seperti pada orang dewasa, biasanya lebih merupakan masalah estetika daripada masalah kesehatan.

Jadi, jika Anda sudah mengesampingkan masalah fisik dengan bantuan dokter, sebaiknya tetap tenang.

Sumber: Step to Health.

(Serambinews.com/Firdha Ustin)

LihatTutupKomentar