Warga Toba Kritis Dibantai Dua Pria, Usus Korban Terburai, Pelaku Ayah dan Anak Ditangkap Polisi

Foto: KONDISI Elvis Pangaribuan yang kini tengah sekarat di Rumah Sakit Mitra Sejati, Medan. (TRIBUN MEDAN/HO)

Detik Kabar, MEDAN - Elvis Pangaribuan (45), warga Desa Garibu, Kecamatan Laguboti, Kabupaten Toba, Sumatera Utara, kini kritis akibat menjadi korban penganiayaan.

Korban Dikeroyok oleh dua warga berinisial BP (51) dan FNP (23) hingga usus korban terburai dan bersimbah darah.

Pembantaian itu terjadi di depan kafe di desa Gasaribu Kecamatan Laguboti kabupaten Toba, pada pada Jumat malam, 29 Januari 2021.

Kejadian ini bermula akibat sentimen atau dendam pribadi antara kedua belah pihak.

Pelaku yang merupakan ayah dan anak itu kini berhasil ditangkap polisi. 

Ibu korban, Loina Napitupulu saat dihubungi Tribun-Medan.com, Sabtu (30/1/2021), mengatakan, anaknya Elvis kini tengah sekarat di Rumah Sakit Mitra Sejati, Medan.

Dari gambar yang diperoleh, Elvis tampak sekarat.

Ususnya terburai dan bersimbah darah.

Sedangkan mata Elvis pecah hingga mengeluarkan darah.

Terdapat beberapa liang luka tusukan.

Menurut Loina, kejadian tersebut berlangsung pada Jumat malam, 29 Januari 2021.

Selanjutnya korban langsung dibawa ke Rumah Sakit Mitra Sejati Medan.

Loina sendiri berharap pihak kepolisian  segera memporoses kasus tersebut.

Loina tak tahu alasan kedua terduga korban tega menganiaya anaknya dengan benda tajam hingga usus terburai.

Kanit Reskrim Polsek Laguboti Iptu Tagor Panjaitan saat dikonfirmasi mengatakan, penganiayaan itu akibat dendam membara.

Pelakunya adalah ayah dan anak yang merupakan saudara semarga dengan korban. 

Pembantaian itu terjadi di depan kafe di desa Gasaribu Kecamatan Laguboti kabupaten Toba.

Kejadian ini bermula akibat sentimen pribadi antara kedua belah pihak.

Awal kejadian tersebut adalah korban datang ke rumah pelaku Baginda Pangaribuan usia 51 tahun pada hari Jumat malam tanggal 29 Januari 2021 sekitar pukul 19.00 WIB. 

Tiba di rumah pelaku, korban cekcok dengan istri pelaku.

Korban langsung menampar istri pelaku, dan istri pelaku menangkis tamparan korban.

Lalu pada pukul 22.00 WIB, istri pelaku menceritakan hal pahit yang dialaminya kepada suaminya.

Geram mendengar istrinya ditampar, pelaku langsung mencari korban untuk menanyakan kejadian tersebut.

Pelaku langsung menjumpai korban di depan salah satu kafe di Desa Garibu yang tidak jauh dari rumah mereka.

Antara korban dan pelaku pun cekcok di depan kafe tersebut.

Kemudian pelaku langsung pergi ke rumahnya untuk mengambil sebuah pisau dapur.

Pada pukul 22.30 WIB pelaku langsung menghujamkan pisau kepada tubuh korban dengan enam kali tusukan.

Dalam aksi penusukannaya, pelaku dibantu anaknya sendiri yang bernama Frans Nando Pangaribuan usia 23 tahun.

Sesudah pelaku menusuk korban, kedua pelaku langsung meninggalkan korban di lokasi kejadian.

Pelaku membuang alat bukti tersebut ke parit yang tidak jauh dari lokasi kejadian.

Beberapa menit kemudian personel Polsek Laguboti langsung melakukan olah TKP dan sekaligus menangkap pelaku Baginda Pangaribuan.

Lalu, keesokan harinya 30 Januari 2021 pukul 12.00, Polsek Laguboti yang dibantu Satreskrim Polres melakukan penangkapan terhadap anak pelaku Frans Nando Pangaribuan. 

Kedua tersangka  beserta barang bukti kini telah diamankan Polsek Laguboti. 

Kedua tersangka di tetapkan pasal 351 ayat 2 tentang kasus penganiyaan dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara. (jun/Tribun-Medan.com)

Artikel ini telah tayang di tribun-medan.com dengan judul Dua Warga Aniaya Elvis Pangaribuan di Laguboti hingga Sekarat, Usus Terburai

Sumber: https://aceh.tribunnews.com/2021/01/31/warga-toba-kritis-dibantai-dua-pria-usus-korban-terburai-pelaku-ayah-dan-anak-ditangkap-polisi

LihatTutupKomentar