Wanita Indonesia di Malaysia Disidangkan, Didakwa Aniaya Rekan Kerja
Foto: Seorang wanita Indonesia yang saat ini berada di Malaysia diadili di muka pengadilan setelah menganiaya rekan kerjanya. (HARIAN METRO)

Detik Kabar - Seorang wanita Indonesia yang saat ini berada di Malaysia disidangkan di pengadilan Malaysia atas dakwaan menganiaya rekan kerjanya.

Melansir dari Harian Metro, Senin (4/1/2021), terdakwa Tina Erawati (25) didakwa atas dua dakwaan.

Ia didakwa melakukan penganiayaan sampai menyebabkan cedera parah pada rekannya karena sesuatu postingan di facebook.

Tina mengakui bersalah atas semua tindakannya di muka pengadilan dan di depan Hakim Mohd Kafli Che Ali.

Dalam dakwaan pertama, Tina didakwa sengaja melukai wajah seorang perempuan Indonesia bernama Oktariani.

Penganiayaan itu dilakukan menggunakan pisau, sehingga korban luka parah. 

Insiden ini terjadi di Kampung Sungai Gabai Batu 18, Hulu Langat sekitar pukul 12 siang pada 24 Desember 2020. 

Atas perbuatannya, Tina didakwa melanggar Bagian 326 KUHP yang menetapkan hukuman penjara maksimal 20 tahun denda atau cambuk jika terbukti bersalah.

Selain itu, pelaku juga melebihi izin tinggal.

Ia tinggal lebih dari jangka waktu yang diizinkan di negara tersebut.

Selama ini ia tinggal di sebuah rumah di Lot 1813-C Kampung Masjid Batu 21, Sungai Lui, Hulu Langat, Malaysia.

Untuk itu ia didakwa berdasarkan Pasal 15 (1) (c) dari Undang-undang Imigrasi 1959/63 Amandemen 2002 dan Pasal 15 (4).

Denda tidak kurang dari RM10,000 (Rp 34.753.942) atau penjara tidak lebih dari lima tahun atau keduanya.

Sebelumnya sempat juga terjadi dua perempuan asal Indonesia di Malaysia. 

Polisi Malaysia menggerebek sebuah tempat di Bandar Puteri, Puchong, Kuala Lumpur, Selasa (10/11/2020) kemarin.

Tempat itu diyakini sebagai tempat prostitusi dan menangkap delapan perempuan, termasuk dua perempuan asal Indonesia.

Penggerebekan ini dilakukan Kepolisian Distrik Serdang sebagai pengembangan atas ditangkapnya dua pria berusia 34 dan 50 tahun yang diduga sebagai muncikari.

Kantor Berita Malaysia, Bernama mengutip keterangan Kepala Kepolisian Distrik Serdang, Razali Abu Samah mengatakan penggerebekan yang dilakukan dalam "Operasi Noda", dilakukan menyusul penangkapan kedua pria tersebut.

Dia mengatakan delapan perempuan, yang semua warga negara asing  berusia antara 24 hingga 36 tahun, ditangkap dalam penggerebekan itu.

Delapan perempuan yang ditangkap itu terdiri dari empat orang Thailand, dua orang Indonesia dan dua warga Vietnam.

"Semua perempuan itu diduga terlibat dalam kegiatan prostitusi dan polisi juga menyita sejumlah handphone, kondom dan handuk mandi dalam penggerebekan tersebut," katanya saat ditemui di lokasi kejadian.

Dia juga mengatakan, kepolisian berhasil mengungkap modus operandi oleh dua pria lokal dalam mengoperasikan bisnis prostitusi dengan mencari klien di antara "teman" di Whatsapp. (Serambinews.com/Syamsul Azman)

Sumber: https://aceh.tribunnews.com/2021/01/04/wanita-indonesia-di-malaysia-disidangkan-didakwa-aniaya-rekan-kerja

LihatTutupKomentar