VIRAL Sudah Berusia 20 Tahun Mendapatkan Adik Lagi, Gadis Tidak Sangka Akan Jadi Kakak
Foto: Postingan seorang gadis terkejut mendapat adik saat usia 20 tahun diunggah oleh pengguna TikTok teyhafariz atau bernama Teyha, Minggu (17/1/2021). (TikTok / @teyhafariz)

Detik Kabar - Sudah berusia 20 tahun mendapatkan adik lagi, gadis tidak sangka akan menjadi kakak, karena usia dirinya dengan adik baru tergolong cukup jauh. 

Postingan seorang gadis terkejut mendapat adik baru saat usia 20 tahun diunggah oleh pengguna TikTok teyhafariz atau bernama Teyha, Minggu (17/1/2021). 

Teyha merupakan pengguna TikTok berasal dari Malaysia. 

Pada video, ia turut menuliskan keterangan, mengenai dirinya pada usia 20 tahun memiliki adik baru.

"Siapa sangka pada umur 20 Teyha mendapat adik lagi.

"Tidak berharap apa-apa dari ibu, hanya mau ibu dan bayi sehat.

"Sempat membawa ibu untuk cuti, sebelum melahirkan.

"Tidak ada yang lebih gembira, melainkan mengembirakan hati seorang ibu.

"Ibu sudah berumur, bermacam-macam resiko, doakan ibu agar baik-baik saja," demikian tulisnya pada postingan.

Sampai hari ini, Selasa (19/1/2021) videonya telah disaksikan hampir 200 ribu tayangan.

Ia juga mengunggah video lanjutan, terkait ibunya yang akan melahirkan.

Memang, bukan mustahil bagi perempuan berusia lanjut untuk kembali hamil.

Karena memang sesuai kodratnya, perempuan mengandung dan melahirkan.

Namun, biasanya karena faktor usia, untuk mengandung pada usia yang sudah tidak muda, terdapat berbagai resiko berbahaya.

Hal demikian dibagikan oleh Teyha, ketika ibunya kembali mengandung.

Ibunya berhasil melahirkan bayi pada 16 Januari 2021, tiga hari yang lalu.

Teyha sebelumnya tidak menyangka, akan mendapatkan adik, pada usianya yang telah 20 tahun demikian.

Senang dengan kedatangan adiknya, Teyha membagikan momen dirinya menjaga ibunya saat masih mengandung.

Sebutnya sempat khawatir, karena faktor usia, akan membuat ibunya mendapat berbagai resiko.

Pada video lanjutan, Teyha sempat cemas dengan keadaan ibunya, karena terlihat lemas sebelum melahirkan.

Meski sudah terlihat begitu tidak berdaya, sang ibu tetap merahasikan pada Teyha.  

Panik dengan keadaan ibunya, Teyha membawa ibu ke rumah sakit terdekat, akhirnya bayi yang selama ini ditunggu kehadirannya, akhirnya menyapa dunia.

Bayi yang dilahirkan seberat 2,5 Kg, namun setelah dilahirkan, ibu tidak bisa memeluk anaknya, karena anaknya dilahirkan prematur.

Sehingga mengalami komplikasi pada paru-paru.

Melansir dari Lifestyle Kompas.com, mengenai batasan fisik bagi ibu hamil pada usia tua. 

Ada banyak alasan mengapa seorang wanita memilih hamil dan melahirkan di usia yang bagi banyak orang dianggap terlalu tua, misalnya di atas usia 40 bahkan 50 tahun.

Berkat sains dan kemajuan terapi kesuburan,kini wanita berusia 55 tahun atau bahkan 65 tahun bisa melakukan apa yang dulu dianggap mustahil: hamil dan melahirkan bayi yang sehat.

Walau demikian, menjadi ibu di usia yang tak lagi muda tetap saja memiliki sisi positif dan negatif.

Sisi negatifnya terutama faktor fisik yang berpengaruh pada kualitas organ-organ reproduksi sebagai tempat tinggal janin selama 9 bulan.

Saat janin perempuan berusia 20 minggu di kandungan, sistem reproduksinya sudah terbentuk sempurna, lengkap dengan sel telur yang akan dimilikinya seumur hidup.

Jumlah sel telur itu sekitar 6-7 juta.

Ketika seorang wanita berusia 30 tahun, ia sudah kehilangan 90 persen dari sel telurnya itu, dan di usia 40 tahun hanya sekitar 3 persen yang tersisa.

Mayoritas wanita tidak bisa lagi hamil secara alami di usia pertengahan 40.

Walau begitu, meski sel telur memiliki masa kedalursa tapi tidak demikian dengan rahim atau tempat sel telur yang dibuahi menempel dan tumbuh menjadi janin.

"Dengan kata lain, rahim bisa tetap berfungsi sampai seorang wanita meninggal," kata Dr.David Adamson, pakar fertilitas dari California, seperti dikutip Medical Daily.

Meski pun secara biologi mungkin tak ada hambatan untuk menjalani kehamilan sampai seorang wanita menopause, tapi risiko komplikasi kehamilan dan persalinan akan meningkat tajam seiring bertambahnya usia.

Secara umum, setiap wanita yang hamil di usia 35 tahun dianggap sebagai ibu yang tua dan kehamilannya masuk dalam risiko tinggi.

Selain beresiko mengalami diabetes kehamilan, calon ibu juga rentan darah tinggi, mengalami persalinan prematur, memiliki bayi dengan berat badan rendah, membutuhkan operasi caesar, beresiko besar keguguran, serta memiliki bayi dengan cacat kromosom.

Kehamilan juga menjadi sesuatu yang berat bagi fisik yang  mulai menua.

Membawa beban bayi di kandungan mendatangkan stres fisik yang lebih besar pada wanita berusia di atas 45 tahun dibanding wanita yang lebih muda.

Atas dasar itulah klinik kesuburan yang memiliki program bayi tabung umumnya mengadakan konseling pada pasangan berusia tua yang ingin menjalani prosedur tersebut.

Komite Etik dari American Society for Reproductive Medicine menetapkan bahwa kesejahteraan anak harus menjadi prioritas utama dalam hal program bayi tabung pada wanita yang mulai tua.

Disebutkan pula bahwa dokter berhak menolak pasien jika "ada alasan kuat bila pasien dianggap tak mampu mengasuh dan memelihara anaknya."

Selain kesehatan fisik calon ibu dan ayah, yang perlu dipertimbangkan adalah usia yang beranjak tua berarti masa pengasuhan anak juga menjadi lebih pendek.

Bila Anda baru menjadi orangtua di usia 50 tahun, besar kemungkinan Anda tidak akan bisa ikut menghadiri acara kelulusan kuliah anak. (Serambinews.com/Syamsul Azman)

Sumber: https://aceh.tribunnews.com/2021/01/20/viral-sudah-berusia-20-tahun-mendapatkan-adik-lagi-gadis-tidak-sangka-akan-jadi-kakak

LihatTutupKomentar