Vape Sama Bahaya dengan Rokok Biasa, Bisa Picu 3 Penyakit Paru Termasuk Kanker

Foto: Ilustrasi vape.(Thinkstockphotos) 

Detik Kabar - Penelitian tentang bagaimana tepatnya penggunaan vape merusak paru-paru memang masih dalam tahap awal, tetapi jelas bahwa menggunakan rokok elektrik atau vape berdampak buru bagi paru-paru.

Rokok biasa dan vape sama-sama melibatkan pemanasan zat dan membuat Anda menghirup asap yang dihasilkan.

Dengan rokok biasa, Anda menghirup asap dari tembakau yang dibakar.

Sementara vaping, Anda memanasakan cairan perasa dan bahan kimia lainnya dalam alat vape hingga berubah menjadi uap dan kemudian Anda hirup.

Stephen Broderick, ahli bedah kanker paru-paru Johns Hopkins menyebut, vape memiliki cara kerja yang sama dengan nebulizer – alat untuk menghantarkan obat yang sering dipakai oleh penderita asma atau penyakit paru-paru lainnya.

"Nebulizer mengubah obat cair menjadi uap yang dihirup pasien. Dan ini adalah cara yang sangat efektif untuk mengantarkan obat ke paru-paru," kata Broderick.

Demikian juga dengan vape.

Rokok elektrik ini memasukkan nikotin ke dalam paru-paru dan aliran darah Anda.

Meski asapnya tak seperti asap rokok biasa, banyak zat berbahaya yang bisa masuk ke tubuh Anda saat menggunakan vape.

Bahkan, banyak bahan kimia yang bisa menyebabkan kanker ada di dalam uap vape, termasuk di antaranya formaldehida, logam berat, dan partikel yang dapat tersangkut di bagian paru-paru Anda yang paling dalam.

Sulit untuk mengetahui seberapa banyak bahan kimia yang Anda hirup saat Anda memakai vape.

Meski kadar rokok elektrik biasanya lebih rendah daripada rokok biasa, beberapa penelitian menunjukkan bahwa rokok elektrik tegangan tinggi memiliki lebih banyak formaldehida dan racun lain daripada rokok elektrik standar.

Selain itu, beberapa bahan kimia dalam rokok elektrik dapat mengiritasi saluran udara di paru-paru.

Ini tentu bisa menimbulkan masalah kesehatan.

Penelitian juga telah menemukan, perasa seperti kayu manis dapat menyebabkan radang sel paru-paru.

Sehingga, meski banyak orang meyakini vape lebih sehat ketimbang rokok biasa, nyatanya berbagai risikko kesehatan tetap menghantui.

Berikut tiga penyakit paru-paru akibat vape:

1. Paru-paru popcorn 

Salah satu bahan kimia dalam beberapa perasa rokok elektrik atau vape adalah zat beraroma mentega yang disebut diacetyl.

Zat ini telah dikaitkan dengan penyakit paru-paru serius yang disebut bronchiolitis obliterans, yang juga dikenal sebagai paru-paru popcorn.

Nama penyakit ini bermula ketika orang yang bekerja di pabrik popcorn microwave jatuh sakit dengan masalah paru-paru yang serius, karena menghirup diacetyl.

Diacetyl digunanakan untuk membumbui popcorn, karamel, dan produk susu.

Cara bahan kimia yang dihirup dengan vape sangat mirip dengan cara para pekerja di pabrik popcorn microwave menghirupnya.

Diacetyl dapat menyebabkan batuk kering yang tidak kunjung sembuh.

Selain itu juga menyebabkan sesak napas, mengi, sakit kepala, demam, nyeri, dan masalah kesehatan lainnya.

Uapnya juga bisa mengiritasi mata, kulit, hidung, dan tenggorokan Anda.

Bahan kimia ini merusak kantung udara kecil di paru-paru Anda.

Itu membuat saluran udara tebal dan sempit.

Setelah kaitan antara diacetyl dan penyakit paru-paru ditemukan, banyak perusahaan popcorn tidak lagi menyertakan bahan kimia tersebut pada produk mereka.

Sayangnya, itu masih digunakan dalam berbagai cairan rasa rokok elektrik atau vape, termasuk vanilla, maple, dan coconut.

Bahkan juga ditemukan di banyak cairan vape beraroma alkohol, rasa permen, dan rasa buah.

Yang mana, ini adalah pilihan yang paling disukai remaja dan dewasa muda.

Hingga kini belum ada obat untuk paru-paru popcorn, tetapi beberapa obat dapat membantu mencegahnya menjadi lebih buruk.

Beberapa obat-obatan termasuk jenis antibiotik tertentu, steroid untuk menenangkan peradangan di paru-paru, dan obat-obatan untuk memperlambat sistem kekebalan Anda.

 2. Pneumonia Lipoid 

Berbeda dengan pneumonia klasik yang disebabkan oleh infeksi, pneumonia lipoid berkembang ketika asam lemak (penyusun lemak) memasuki paru-paru.

Pneumonia lipoid yang disebabkan oleh vape adalah hasil dari menghirup zat berminyak yang ditemukan dalam cairan vape, yang memicu respons peradangan di paru-paru.

Gejala pneumonia lipoid meliputi batuk kronis, sesak napas, batuk darah atau lendir bernoda darah.

“Tidak ada pengobatan terbaik untuk pneumonia lipoid, selain perawatan suportif, hingga paru-paru sembuh dengan sendirinya,” kata Broderick.

“Satu-satunya hal terpenting yang dapat Anda lakukan adalah mengidentifikasi apa penyebabnya- dalam hal ini vaping - dan Anda harus menyingkirkannya.”

3. Kanker paru 

Kanker jelas menjadi perhatian, mengingat vape memasukkan sejumlah bahan kimia ke dalam paru-paru.

Namun produk vape belum cukup lama beredar, sehingga masih dibutuhkan lebih banyak penelitian untuk mengetahui apakah produk tersebut benar-benar menyebabkan kanker atau tidak.

“Kami tahu bahwa merokok tembakau memaksa partikel kecil untuk disimpan jauh di dalam batang bronkial dan dapat menyebabkan perkembangan kanker. Hal yang sama mungkin berlaku untuk vaping,” kata Broderick.

Berefek buruk pada perokok pasif

Emisi rokok elektrik atau vape tidak berbahaya hanyalah sebuah mitos.

Banyak orang mengira uap vape hanyalah cairan.

Nyatanya, uap vape yang keluar saat seseorang mengembuskan napas mengandung berbagai macam zat berbahaya, antara lain Nikotin, partikel sangat halus, diacetyl, dan bahkan benzene (bahan kimia yang ditemukan di knalpot mobil).

Sakit Paru-paru 

Jika Anda merokok atau menggunakan vape, jangan pernah menganggap nyeri dada atau paru-paru sebagai sesuatu yang normal.

Jika Anda mengalami nyeri atau gejala lain yang berhubungan dengan kesulitan bernapas, seperti sesak napas dan batuk kronis, sangat penting untuk segera memeriksakan diri ke dokter.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Sama Bahaya dengan Rokok Biasa, Ini 3 Penyakit Paru akibat Vape"

Sumber: https://aceh.tribunnews.com/2021/02/01/vape-sama-bahaya-dengan-rokok-biasa-bisa-picu-3-penyakit-paru-termasuk-kanker

LihatTutupKomentar