Ngeri, Suami Bekukan Mayat Istri Karena Sulit Terima Kematian

Foto: Melansir dari Harian Metro, Minggu (24/1/2021) sebelum kematian istrinya, pria bernama Gui Junmin memikirkan mengenai tangki kriogenik. (HARIAN METRO)

Detik Kabar - Suami bekukan mayat istri dalam jangka waktu 50 tahun karena sulit terima kematian istri akibat kanker paru-paru.

Karena sulit menerima kematian sang istri, pria memilih membekukan jasad istrinya dan berharap istrinya bisa kembali hidup pada masa depan.

Jasad istri ia simpan pada sebuah box pendingin kriogenik.

Melansir dari Harian Metro, Minggu (24/1/2021) sebelum kematian istrinya, pria bernama Gui Junmin memikirkan mengenai tangki kriogenik.

Tangki tersebut ia gunakan untuk membekukan istrinya dengan suhu sangat rendah, sampai istrinya bernama Zhan Wenlian berada di tangki tersebut.

Sebelum kematian istrnya, Gui terpikir mengenai teknologi pembekuan menggunakan suhu yang sangat rendah.

Setelah melakukan diskusi dan berbincang dengan para ahli, Gui meminta Zhan yang saat itu tidak berdaya karena penyakit yang ia idap.

Sebelum dibekukan, sel kanker telah merebak ke otak istrinya.

Gui mengatakan, Zhan saat itu tidak bisa melakukan apapun, jika ia setuju dengan teknologi terkait, ia akan memegang tangan, karena wajahnya tidak berekpresi.

"Saya memintanya untuk memegang tangan saya jika setuju dengan teknologi itu, lalu ia memegang tangan saya," katanya.

Jantung Zhan berhenti berdetak pada 8 Mei 2017.

Para peneliti dari Institut Sains Hayat Yinfeng, kemudian langsung menjalankan prosedur sampai memakan waktu 55 jam untuk melakukan pembekuan mayat.

Jasad Zhan akan diletakkan dalam tangki kriogenik untuk dibekukan selama 50 tahun.

Tangki kriogenik diisi dengan 2.000 liter nitrogen cair dan disimpan pada suhu -196 derajat Celcius.

Gui bisa melihat wajah istrinya untuk terakhir kali yang digambarkannya sedang tidur.

Namun, tubuh wanita tersebut bukanlah satu-satunya individu yang menjalani prosedur tersebut.

Hingga saat ini, 10 jenazah yang melibatkan individu berusia antara 13 hingga 72 tahun telah dibekukan melalui proses yang sama di institut yang sama. 

Melansir dari Kompas.com, (22/1/2021) Seorang pria di China dilaporkan sudah membekukan jenazah istri, dengan harapan dia bisa menghdiupkan lagi di masa depan.

Gui Junmin kehilangan istrinya, Zhan Wenlian, yang meninggal di usia 49 tahun karena kanker paru-paru pada awal 2017.

Ketika istrinya sekarat, Gui pun memikirkan kriogenik. Yakni menggunakan suhu rendah untuk pengobatan atau perawatan tubuh.

Setelah berinisiatif melakukan penelitian, dan berdiskusi dengan pakar medis soal teknologinya, Gui mantap mencoba teknik itu.

Pada saat penelitian, kanker di tubuh Zhan disebut sudah menyebar ke otak, yang membuatnya tidak bisa menggerakkan otot wajah.

Dikutip China Press, Gui mengungkapkan dia meminta Zhan menjawab dengan menggenggam tangannya jika setuju dengan kriogenik.

"Tentu saja dia sepakat. Jika tidak untuk apa dia sampai meremas tangan saya," ujar dia dikutip Mothership Kamis (21/1/2021).

Jantung Zhan dinyatakan tak berdetak pada 8 Mei 2017.

Dia pun menjalani operasi selama 55 jam di Institut Penelitian Sains Kehidupan Shandong Yinfeng.

Setelah itu jenazahnya dimasukkan ke dalam tangki kriogenik untuk diawetkan selama 50 tahun mendatang, di mana Gui berharap bisa membangkitkan lagi istrinya.

Gui mengatakan sebelum dimasukkan, dia berkesempatan melihat lagi si istri untuk terakhir kali, dan nampak seperti orang yang sedang tidur.

Tangki kriogenik itu diisi dengan 2.000 liter nitrogen cair, dengan jenazah Zhan diawetkan dalam temperatur minus 196 derajat Celsius.

Zhan dilaporkan bukan jenazah pertama yang diawetkan di Institut Penelitian Sains Kehidupan Shandong Yinfeng.

Sebagai catatan, ada 10 orang dengan kisaran usia antara 13 sampai 72 tahun yang menjalani kriogenik di institut tersebut. (Serambinews.com/Syamsul Azman)

Sumber: https://aceh.tribunnews.com/2021/01/24/suami-bekukan-mayat-istri-karena-sulit-terima-kematian-istri-akibat-kanker-berharap-kembali-hidup

LihatTutupKomentar