Misteri Kematian Janda Muda Yulia, Perhiasan Tidak Hilang, Kenapa Pembunuh Cuma Ambil Ponsel?


Foto: Korban Yuliana dan anggota Polrestabes Palembang saat menanyai saksi di lokasi TKP 

Detik Kabar - Seorang janda muda tewas di kamar hotel setelah seminggu menginap bersama 2 teman prianya.

Saat ditemukan tewas, ponsel korban diketahui hilang. Diduga diambil oleh pelaku yang membunuh wanita muda ini.

Namun perhiasan korban masih ada di lokasi. Tidak ikut diambil oleh pelaku.

Yuliana MS (25) ditemukan sudah tak bernyawa di kamar 625 Hotel Rio di Kelurahan 9 Ilir Palembang, Selasa (5/1/2020) sekira pukul 22.42 WIB.

Yulia diduga tewas akibat dibunuh.

Pelaku diduga tamu terakhir yang ia layani di hotel itu.

Janda muda ditemukan tidak bernyawa oleh kedua teman prianya.

Kedua teman prianya ini lah yang sering mencarikan tamu untuk Yulia.
Kasat Reskrim Polrestabes Palembang Kompol Edi Rahmat Mulyana menuturkan, Yuliana diduga menjadi korban pembunuhan.

Dari hasil lokasi kejadian dan dilakukan olah tempat kejadian, ponsel korban hilang. Sedangkan barang lain milik korban termasuk perhiasan tidak hilang.

"Ada dua teman korban dan dua-duanya laki-laki. Saat ini masih dimintai keterangan di Polrestabes Palembang. Saat kejadian, teman korban yang menemukan dan mengabarkan kepada pegawai hotel," ujar Edi Rahmat.

Ketika disinggung mengenai korban minta dibelikan nasi kepada pegawai hotel, juga dibenarkan Edi. Saat pegawai hotel hendak mengantarkan nasi goreng ke kamar korban, pegawai hotel sempat berpapasan dengan seorang lelaki di lorong kamar.

"Dari keterangan saksi yakni pegawai hotel, satu cowok yang berpapasan dengan pegawai hotel saat akan mengantarkan nasi. Itu sekitar pukul 21.00," ujarnya.

Untuk kasus ini sendiri, menurut Kasat Reskrim Polrestabes Palembang Kompol Edi Rahmat Mulyana masih dalam penyelidikan.

Dua teman korban juga dimintai keterangan, termasuk pegawai hotel. Ditubuh korban, ditemukan bekas luka di bagian leher. Di mulut korban, juga ditemukan bercak darah.

Kehabisan Oksigen

Setelah dilakukan visum luar, pada jasad Yuliana banyak ditemukan tanda-tanda kekerasan di tubuh korban. Hal ini diungkapkan Dokter Forensik RS Polri M Hasan Palembang, dr Indra Nasution saat diwawancarai usai dilakukan visum luar di tubuh korban.

"Jadi dari hasil pemeriksaan yang kita lakukan dengan melakukan visum dibagian luar tubuh korban, terdapat sejumlah luka di tubuh korban," kata dr Indra.

Menurut dr Indra, luka yang terdapat disejumlah tubuh korban merupakan luka yang disebabkan oleh benda tumpul.

"Sejumlah luka yang terdapat ditubuh korban yakni di bagian muka, tangan, kaki dan leher korban akibat terkena benda tumpul. Benda tajam tidak ada, di tubuh korban juga tidak ditemukan adanya bercak darah," lanjutnya.

Sementara itu dugaan meninggalnya korban yakni karena korban sempat dibekap oleh pelaku sebelum akhirnya meninggal dunia akibat kehabisan oksigen.

"Luka yang menyebabkan korban meninggal ya kalau mulut kita di bekap ya oksigennya akan habis, ya meninggalnya ini kemungkinan kehabisan oksigen. Korban ini meninggalnya lama, tidak langsung meninggal," kata dr Indra.

Usai dilakukan visum dibagian luar tubuhnya, korban langsung dibawa keluarga untuk disemayamkan dirumah duka sebelum akhirnya dimakamkan di pemakaman keluarga tepatnya di TPU Sungai Goren, Kelurahan 2 Ulu, Kecamatan SU 1 Palembang.

Sedangkan Chief Engineering Hotel Rio, Bambang (45) mengatakan, tewasnya Yuliana baru diketahui setelah salah seorang pria yang turut menginap bersama korban, meminta bantuan kepada petugas hotel sekira pukul 22.44.

"Saya kurang tahu pasti dia (rekan korban) minta tolong seperti apa. Tapi informasi yang saya terima, rekannya itu sudah seperti gelagapan (gugup). Intinya dia minta tolong terkait keadaan temannya (korban)," ujar Bambang.

Mendapat laporan tersebut, pihak hotel langsung bergerak cepat dengan menghubungi aparat kepolisian. Selama menunggu aparat tiba, tidak ada petugas hotel yang berani mendekat ke kamar tempat jenazah korban berada.

Namun petugas hotel sempat bertindak tegas kepada dua rekan korban yang diduga hendak meninggalkan lokasi kejadian.

"Dua temannya sempat mau pergi, tapi saya tahan. Saya bilang nanti dulu, tunggu polisi datang," ujarnya.

Bambang mengatakan, korban sudah menginap di Hotel Rio kurang lebih selama 1 minggu bersama dua pria yang mengaku sebagai rekannya. Ketiganya menginap dalam satu kamar yang sama.

"Mereka Extend disini, jadi pindah-pindah kamar sebanyak tiga kali selama satu minggu menginap disini. Selama menginap, mereka tidak ada gelagat mencurigakan. Korban juga dalam keadaan sehat," ujarnya. (Sripoku.com / TS)

Artikel ini telah tayang di sripoku.com dengan judul Perhiasan Tidak Hilang, Kenapa Pembunuh Cuma Ambil Ponsel Wanita Muda ?, Ini Misteri Kematian Yulia

LihatTutupKomentar