Menyuruh Istri Pulang ke Rumah Orang Tuanya, Termasuk Talak? Simak Penjelasan Buya Yahya


Foto: Buya Yahya 

Detik Kabar - Menyuruh istri pulang ke rumah orang tuanya, termasuk talak ? simak penjelasan Buya Yahya.

Menyuruh istri pulang ke rumah, kalimat-kalimat yang mengarah ke talak, sebaiknya tidak diucapkan oleh kaum suami.

Buya Yahya menganjurkan, agar para suami tidak mengucapkan ungkapan yang tidak menyenangkan hati. 

Sebab, ucapan merupakan salah satu penyebab retaknya hubungan dalam rumah tangga.

Buya diberikan pertanyaan oleh jamaah, ketika suami menyuruh istrinya pulang ke rumah orang tua, karena satu dan lain hal.

"Menyuruh Istri Pulang ke Rumah Orang Tuanya, Apakah Termasuk Talak?

"Apakah benar jika seorang suami menyuruh istri untuk pulang ke rumah orang tuanya termasuk talak?," demikian tertulis pada postingan.

Berikut penjelasan Buya Yahya

Kepada para suami, hendaknya selalu waspada di dalam bertutur kata, karena kalimat yang menyakitkan, menjadi sebab berpisahnya hati.

Dan jangan bicara dengan kalimat yang bisa menyebabkan perceraian, karena dengan itu bisa menjadi penyebab berpisahnya jasad, artinya harus waspada.

Jangan gampang untuk mengucapkan kalimat cerai atau kalimat yang menyakitkan tadi.

Kadang istrinya di samping tapi sudah hati tidak bersama lagi hatinya, karena suami suka menyakitkan dengan lisan.

Adapun kalimat yang diucapkan tadi, kalimat yang disebut tidak termasuk cerai karena tidak menyebut cerai, kalimat demikian disebut kinayah.

Artinya kalimat tersebut diucapkan dibarengi dengan niat untuk mencerainya maka itu akan jatuh cerai maka kesimpulannya jawabannya dikembalikan kepada sang suami, maksudnya apa ?

Demikian penjelasan Buya Yahya seperti pada video di bawah ini. 

Maka seperti penjelasan Buya Yahya, ungkapan menyuruh istri pulang ke rumah orang tuanya, bukan merupakan kalimat cerai. 

Namun disebut dengan kalimat kinayah, bisa dikatakan cerai bila niatnya memang untuk menceraikan. 

Untuk mengetahui niatnya mengucapkan demikian, maka istri harus bertanya terlebih dahulu kepada suami, niat dan maksud mengucap kalimat demikian. 

Jika niatnya memang untuk menceraikan, maka jatuh cerai. 

Bila niatnya tidak menceraikan, maka tidak jatuh cerai. 

Anjuran Buya, agar suami bisa lebih bijak dalam bertutur kata, agar menghindari dari ungkapan-ungkapan yang tidak diinginkan. 

Sampai terjadi perpisahan karena adanya ungkapan yang tidak patut diucapkan. (Serambinews.com/Syamsul Azman)

LihatTutupKomentar