Lagi Asyik Pesta Sabu, Tiga Oknum Polisi Digerebek Warga

Foto: Ilustrasi sabu sabu. (TRIBUN MEDAN)

Detik Kabar, MEDAN - Tiga oknum anggota Polri digerebek warga saat lagi pesta sabu di Labuhan Batu, Sumatera Utara, Selasa (5/1/2021) lalu.

Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Hadi Wahyudi mengatakan, Polda Sumut tidak pandang bulu terhadap kejahatan, terlebih kejahatan narkotika.

"Untuk pidananya tetap kita teruskan. Karena, ini kasus atensi sekali," kata Kabid Humas Polda Sumut Kombes Hadi, Minggu (10/1/2021) malam.

"Bapak Kapolda berkali-kali ingatkan bahwa tidak ada tempat bagi pelaku-pelaku pidana narkotika, siapa pun dia orangnya," tegasnya.

Wahyudi menyampaikan, tiga oknum polisi tersebut sudah ditangkap.

Ketiganya sedang menjalani pemeriksaan di Polres Labuhan Batu.

Ketiga oknum polisi tersebut digerebek di sebuah rumah di Jalan kantor PLN Lama, Desa Sei Sakat.

Usai digerebek warga, dan dilaporkan ke Polres oleh masyarakat Sei Berombang, Kecamatan Panai Hilir melakukan operasi tangkap tangan (OTT).

Ketiga oknum Polri tersebut masing-masing berinisial SP oknum anggota Polsek Panai Tengah, dan dua oknum anggota Pol Air Sei Berombang.

Sedangkan dua oknum anggota Pol air lainnya sempat melarikan diri.

Dari lokasi penggerebekan tersebut, polisi mendapati sejumlah barang bukti dari lokasi.

Diantaranya, 9 plastik transparan, pipet, bungkus rokok, dan mancis.

Kemudian ketiganya dan sejumlah barang bukti dibawa ke kantor Polsek Panai Hilir di kota Sei Berombang.

Atas penggerebekan ini, Wahyudi mengapresiasi masyarakat.

"Yang jelas, kami berterima kasih kepada masyarakat yang sudah membantu tugas-tugas kepolisian," pungkas Wahyudi. 

Rekayasa Kasus 327 Kg Ganja

Perkara rekayasa kasus 327 kilogram ganja yang melibatkan 8 personel Polres Padangsidimpuan, dan seorang warga sipil memasuki agenda penuntutan di Pengadilan Negeri (PN) Medan, Sumatera Utara, Selasa (29/12/2020).

Dalam sidang tersebut, dua diantaranya dituntut dengan pidana mati, dan seorang dituntut pidana penjara seumur hidup.

Sedangkan enam terdakwa lainnya masing-masing dituntut 20 tahun penjara.

Adapun terdakwa yang dituntut mati yaitu Bripka Witno Suwito dan seorang warga sipil bernama Edy Anto Ritonga alias Gaya.

Sedangkan tuntutan pidana seumur hidup diberikan kepada Aiptu Martua Pandapotan Batubara, eks Kanit IV Sat Narkoba Polres Padangsidimpuan.

Dalam nota tuntutan, JPU Abdul Hakim Sorimuda Harahap melalui JPU Anita di hadapan majelis hakim yang diketuai Tengku Oyong menyebutkan, ketiga terdakwa yakni Witno Suwito, Edy Anto Ritonga alias Gaya dan Martua Pandapotan Batubara dinilai bersalah melanggar Pasal 114 ayat (2) Jo Pasal 132 ayat (1) UU RI No. 35 tahun 2009 tentang Narkotika.

"Tanpa hak atau melawan hukum melakukan permufakatan jahat menawarkan untuk dijual, menjual, membeli, menjadi perantara dalam jual beli, menukar, menyerahkan, atau menerima Narkotika Golongan I bentuk tanaman jenis daun ganja kering,” kata JPU Arnita dalam sidang yang digelar secara virtual di Ruang Cakra 3 Pengadilan Negeri Medan.

Sementara tuntutan 20 tahun penjara diberikan kepada enam terdakwa lainnya.

Mereka terdiri dari Briptu Rory Mirryam Sihite, Bripka Andi Pranata, Brigadir Dedi Azwar Anas Harahap, Bripka Rudi Hartono, Brigadir Antoni Fresdy Lubis, dan Brigadir Amdani Damanik.

Keenam terdakwa juga dituntut membayar denda masing-masing sebesar Rp 1 miliar subsider 6 bulan penjara.
Mereka dinilai bersalah melanggar Pasal 115 ayat (2) UU RI No 35 tahun 2009 tentang Narkotika.

Setelah mendengar nota tuntutan dari JPU, majelis hakim yang diketuai Tengku Oyong, memberikan kesempatan kepada pihak terdakwa untuk menyampaikan nota pembelaan (pledoi) dalam persidangan selanjutnya.

Para terdakwa pun terlihat tunduk mendengarkan tuntutan JPU.

Mengutip dakwaan JPU Abdul Hakim Sorimuda Harahap, bahwa kasus berawal dari saat Edi Anto Ritonga alias Gaya menerima pekerjaan dari Mulia (DPO) pada awal Februari 2020.

Selanjutnya, Mulia menyerahkan 15 karung ganja dan menyebut harga modal Rp 1.600.000 per Kg sehingga total modalnya Rp 400.000.000.

Narkotika itu kemudian dibawa dan disimpan di gudang samping rumahnya di Jalan Alboin Hutabarat Gang Dame Kampung Darek Kelurahan Wek VI, Kecamatan Padang Sidempuan Selatan, Kota Padangsidimpuan, Sumatera Utara.

Kemudian, pada Kamis (27/2/2020), Kampung Darek digerebek Satuan Reserse Narkoba Polres Tapanuli Selatan.

Lokasi yang digerebek sekitar 500 meter dari rumah Edi Anto Ritonga.

Pria yang berprofesi sebagai sopir ini mulai waswas.

Keesokan harinya, dia menghubungi Mulia dan memintanya mengambil 15 karung ganja dari rumahnya.

“Angkat dari sini ganja ini, kalau enggak aku buang,” katanya.

Mulia menjawab, “Jangan, nanti ada yang jemput".

Sementara hari itu juga, Edi Santoso alias Edi Ramos (DPO) menghubungi Bripka Witno Suwitno.

Dia menyatakan mau menyerahkan ganja miliknya yang ada di Kampung Darek, syaratnya dia dan Edi Anto Ritonga tidak ditangkap.

Singkat cerita, Bripka Witno Suwito bersama 7 rekan satu unitnya bertemu dengan Edi Anto Ritonga dan Kucok (DPO).

Mereka memasukkan sejumlah karung plastik berisi narkotika jenis ganja ke mobil Daihatsu Terios putih, dan Honda Jazz putih yang digunakan aparat kepolisian.

Para personel kepolisian ini akhirnya menyepakati ganja itu diletakkan di areal perkebunan PTPN-III Desa Tarutung Baru, Kecamatan Padang Sidempuan Tenggara, Kota Padangsidimpuan.

Mereka kemudian melapor ke atasannya telah menemukan narkotika tak bertuan.

Total ganja yang ditemukan seberat 327 Kg.

Namun, rekayasa ini terbongkar.

Kedelapan personel Satuan Reserse Narkoba Polres Padangsidimpuan itu pun diamankan.

Kemudian, Edi Anto Ritonga juga ditangkap. 

Sumber: https://aceh.tribunnews.com/2021/01/12/lagi-asyik-pesta-sabu-tiga-oknum-polisi-digerebek-warga

LihatTutupKomentar