Kenali Sejak Dini, Inilah Ciri-ciri Anak Psikopat yang Bisa Terlihat Saat Usia 2 Tahun

Foto: Ilustrasi psikopat. (erabaru)

Detik Kabar, JAKARTA

- Kejam

- Tidak merasakan emosi

- Bergabung dalam kelompok untuk melakukan tindakan kriminal 

Untuk catatan, anak-anak yang menampilkan ciri psikopat bukan tipe anak yang gemar melanggar hukum.

Namun justru kebalikannya.

Anak-anak ini kerap dijadikan sosok pemimpin yang bisa memberikan pengaruh signifikan pada orang lain.

Hal tersebut bisa membuat orang lain menuiru perilakunya.

Anak dengan kondisi semacam ini perlu penanganan khusus.

Metode penerapan disiplin biasa tak akan efektif karena mereka tidak peduli apabila orang lain merasa kecewa dengan pilihannya.

Satu di antara metode tersebut yakni dengan memberikan dampak positif pada anak dengan ciri psikopat adalah memberikan intervensi.

Dengan demikian, anak bisa belajar perilaku sosial, empati, memecahkan masalah, hingga pengenalan emosi.

Penanganan semacam ini akan fokus untuk meningkatkan kemampuan anak mengatasi rasa marah dan frustrasi mereka.

Penyebab anak menjadi psikopat

Banyak sekali perdebatan seputar psikopat ini, apakah bawaan lahir atau faktor lingkungan saat bertumbuh.

Rupanya, kondisi ini merupakan konsekuensi dari hubungan kompleks antara genetik, dinamika keluarga, hingga pengalaman hidup.

Beberapa faktor yang bisa menyebabkan kondisi ini terjadi seperti:

1. Lingkungan tidak kondusif

Lingkungan terdekat tidak kondusif bisa menjadi pemicu utama anak mempunya ciri-ciri perilaku psychopathic.

Ditambah lagi dengan anak adalah peniru ulung.

Dia mampu merekam apa yang terjadi di sekitarnya dengan cepat.

Itulah mengapa masalah ini bisa terdeteksi sejak usianya masih 2 tahun.

Misalnya, orangtua yang mempunyai masalah mental atau ketergantungan pada zat tertentu juga termasuk dalam faktor ini.

2. Kekerasan

Anak yang kerap mengalami kekerasan atau penganiayaan secara fisik juga rentan memiliki karakter psikopat.

Selain itu, lingkaran keluarga yang tidak utuh karena orangtua menelantarkan sejak kecil juga turut mengambil peran.

3. Perubahan terus menerus

Anak yang mengalami perubahan signifikan terus menerus di masa kecilnya juga bisa menjadi pemicu munculnya karakter psychopathic.

Contohnya pengasuh yang terus menerus berganti, orangtua yang jarang berinteraksi langsung, hingga anak asuh yang berpindah panti atau orangtua angkat cukup sering.

4. Reaksi otak

Beberapa studi juga menemukan bahwa anak yang tampak tidak merasakan emosi dari orang sekitarnya memiliki respons otak berbeda. Artinya, otak bereaksi berbeda terhadap rasa takut, kesedihan, serta stimulasi negatif lainnya.

Tak hanya itu, anak-anak yang memiliki kondisi ini juga kesulitan memahami emosi yang dirasakan orang lain.

5. Tekanan sekitar

Anak yang kerap mengalami perundungan atau disudutkan oleh teman-teman sebayanya juga bisa tumbuh menjadi sosok yang tidak peka.

Semakin sering mengalami hal ini, rasa empati semakin hilang.

Pada akhirnya, ia bisa menjadi sosok yang tidak berperasaan.

Tambahan informasi, sikap anak yang kurang empati terkadang bisa memantik kecurigaan apakah seorang anak terindikasi menjadi psikopat.

Saat ini, konsep tersebut masih terbilang tabu.

Akan tetapi, pikiran terkait kemungkinan anak psikopat mungkin dialami oleh sebagian orang saja.

Kabar baiknya, untuk digarisbawahi sikap anak yang terlihat semena-mena tidak berarti anak adalah psikopat.

Asal kata psikopat adalah psychopathy, yaitu “psych” yang berarti jiwa serta “pathy” yang berarti penyakit.

J.L.A. Koch, psikiater asal Jerman inilah yang awalnya mengutarakan istilah tersebut pada abad ke-19.

Istilah psikopat digunakan untuk menjelaskan kumpulan karakter dan perilaku yang tidak berperasaan, tidak peduli, serta penuh tipu daya.

Dalam dunia psikologi modern, hal tersebut juga dikenal sebagai Antisocial Personality Disorder.

Istilah ini kerap disamakan dengan perilaku pembunuh yang muncul di film layar lebar.

Padahal, psikopat bukanlah pembunuh.

Bahkan, mereka bisa menjadi pebisnis sukses dan pemimpin.

Ketika ada dugaan karakter psikopat anak kecil, umumnya diagnosis yang muncul adalah gangguan perilaku dan emosi serius atau conduct disorder.

Artinya, ada pola yang terus menerus muncul hingga melanggar hak orang lain.

Tak hanya itu, karakter lainnya adalah mengabaikan aturan sosial yang paling dasar sekalipun.

(TRIBUNNEWSWIKI.COM/K, Kompas.com)

Artikel ini telah tayang di Tribunnewswiki.com dengan judul Ciri-ciri Anak Psikopat Bisa Terlihat Saat Usia 2 Tahun, Mulai dari Egois hingga Punya Sifat Licik

Sumber: https://aceh.tribunnews.com/2021/01/18/kenali-sejak-dini-inilah-ciri-ciri-anak-psikopat-yang-bisa-terlihat-saat-usia-2-tahun

LihatTutupKomentar