Apakah Merokok Menzalimi Diri Sendiri? Berikut Penjelasan Ustadz Abdul Somad

Foto: Ustadz Abdul Somad (UAS) 

Perkara mengenai rokok, memang banyak pendapat, ada yang memperbolehkan merokok pun ada yang mengatakan rokok adalah haram.

Detik Kabar - Apakah merokok menzalimi diri sendiri? Berikut penjelasan Ustadz Abdul Somad.

Perkara rokok, memang banyak pendapat, ada yang memperbolehkan merokok, ada juga yang mengatakan mubah, bahkan haram. 

Ustadz Abdul Somad juga memberikan pandangannya terkait rokok saat menjawan pertanyaan seorang jamaah.

Jamaah bertanya pada UAS, mengenai apakah merokok menzalimi diri sendiri?

Mendapat pertanyaan demikian, UAS memberikan jawaban, bahwa ada dua perkara yang diperoleh perokok.

Berikut ini penjelasan UAS seperti tertera dalam video yang diunggah pada kanal YouTube Ustadz Abdul Somad Official.

"Meletakkan sesuatu tidak pada tempatnya, yang kedua, kedua kena pasal, yang pertama meletakkan bukan pada tempatnya.

Seharusnya duit itu bisa dipakai untuk beli beras fakir miskin, 25 ribu bisa kau berikan santunan.

Yang kedua telah melanggar batasan-batasan, karena perokok pasif itu lebih banyak mendapatkan mudharat, jadi dia termasuk orang dzalim," demikian penjelasan UAS.

Penjelasan tersebut diunggah pada Minggu (24/1/2021).

Melansir dari health.kompas.com, (7/12/2020) Bahaya Asap Rokok, Begini Cara untuk Meminimalisasi Risikonya

Merokok tidak hanya berbahaya bagi yang mengisapnya, tetapi juga bagi mereka yang terpapar asapnya atau yang biasa disebut perokok pasif.

Hal ini karena asap rokok mengandung berbagai zat kimia yang berbahaya untuk tubuh.

Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) Kementerian Kesehatan (Kemenkes) 2013 mengungkapkan, setidaknya 97 juta penduduk Indonesia telah terpapar asap rokok.

Berhubung tingginya tingkat paparan asap rokok tersebut, saat ini kanker paru menjadi salah satu ancaman terbesar di Indonesia.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengungkapkan, tidak hanya perokok aktif yang berisiko tinggi terkena kanker. Perokok pasif yang terpapar asap rokok secara terus-menerus memiliki risiko 20-30 persen lebih tinggi terkena kanker paru dan 23 persen lebih berisiko terkena gangguan jantung.

Lebih jauh, Riskesdas 2013 Kemenkes memperkirakan bahwa setidaknya lebih dari 26.000 pasien meninggal akibat penyakit tersebut setiap tahun.

Dari jumlah itu, diperkirakan pula bahwa tiap delapan kematian perokok aktif karena kanker juga diikuti satu kematian perokok pasif akibat penyakit yang sama.

Dengan banyaknya dampak buruk asap rokok tersebut, dibutuhkan kesadaran tinggi perokok aktif dan pasif untuk mengurangi paparan asap rokok. Berikut beberapa cara sederhana yang dapat diterapkan untuk meminimalisasi dampak negatif asap rokok.

Batasi jumlah rokok per hari

Perokok aktif, sebaiknya mulai mengurangi atau membatasi jumlah rokok yang dikonsumsi setiap harinya.

Penelitian bertajuk “Effect of Smoking Reduction on Lung Cancer Risk” pada 2005 yang dimuat di The Journal of American Medical Association menunjukkan, perokok aktif yang mengurangi jumlah rokok dari 20 ke 10 batang per hari dapat menurunkan risiko kanker paru hingga 27 persen.

Bahkan, risiko kanker paru bisa dipangkas hingga 90 persen apabila perokok aktif berhenti sebelum usia 45 tahun. Hingga saat ini, mengurangi atau berhenti merokok merupakan cara paling efektif untuk menghindari risiko kanker paru.

Menghindari paparan asap rokok bagi perokok pasif

Salah satu cara terbaik mengurangi risiko kanker paru bagi perokok pasif adalah sebisa mungkin menghindari paparan asap rokok, baik di rumah maupun di tempat umum.

Sayangnya, masih banyak masyarakat tidak menyadari bahwa dirinya merupakan perokok pasif.

Untuk menghindarinya, sebaiknya pilih tempat di area bebas asap rokok saat berada di tempat umum, seperti di restoran, bandara, dan kafe.

Jika orang-orang terdekat adalah perokok aktif, minta mereka untuk tidak merokok di rumah atau di dalam mobil.

Konsumsi lebih banyak buah dan sayur

Studi bertajuk “Fruit and Vegetable Consumption and Risk of COPD: a Prospective Cohort Study of Men” pada 2015 yang dimuat dalam BMJ Journals mengungkapkan, konsumsi buah dan sayuran berbanding lurus dengan pengurangan risiko gangguan pernapasan pada perokok.

Penelitian itu menemukan bahwa konsumsi satu porsi buah dan sayuran secara rutin setiap hari dapat mengurangi risiko penyakit paru kronik sebesar 8 persen bagi perokok aktif dan 4 persen bagi perokok yang telah berhenti.

Penjelasan UAS adalah hukum merokok mendzalimi diri sendiri, karena banyak memberikan kerugian pada diri daripada manfaat. (Serambinews.com/Syamsul Azman)

Sumber: https://aceh.tribunnews.com/2021/01/24/apakah-merokok-menzalimi-diri-sendiri-berikut-penjelasan-ustadz-abdul-somad

LihatTutupKomentar