29 Jenazah Korban Sriwijaya Air SJ 182 Sudah Diidentifikasi, Termasuk Bayi 11 Bulan, Ini Daftarnya


Foto: Petugas Basarnas mengangkat kantong jenazah berisi objek temuan dari lokasi jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ 182 rute Jakarta-Pontianak pada hari keenam Operasi SAR pesawat tersebut di Dermaga JICT 2, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis (14/1/2021). 

Detik Kabar, JAKARTA - Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri berhasil mengidentifikasi 29 korban jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ 182 hingga Minggu (17/1/2021) malam.

Untuk diketahui, pesawat rute Jakarta-Pontianak tersebut jatuh di perairan antara Pulau Laki dan Pulau Lancang, Kepulauan Seribu pada Sabtu (9/1/2021) sekitar pukul 14.40 WIB atau 4 menit setelah lepas landas dari Bandara Soekarno Hatta, Tangerang.

Pesawat mengangkut 62 orang yang terdiri dari 12 kru, 40 penumpang dewasa, tujuh anak-anak, dan tiga bayi.

Sementara itu, tim Search and Rescue (SAR) gabungan telah mengumpulkan 308 kantong jenazah berisi bagian tubuh korban.

Lalu, ada 58 kantong berisi serpihan kecil pesawat dan potongan besar pesawat 54 bagian.

Identitas Korban yang Berhasil Diidentifikasi

Dari 29 korban yang berhasil diidentifikasi, satu diantaranya merupakan bayi berusia 11 bulan.

Lalu, ada satu korban yang dirahasiakan namanya atas permintaan keluarga.

“Keluarganya menginginkan agar identitasnya tak disampaikan dan kami menghargai dan menghormatinya," ujar Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas (Karopenmas Divhumas) Polri Brigjen Pol Rusdi Hartono dalam rekaman suara yang diterima Kompas.com, Minggu malam.

Rusdi mengatakan, tim DVI Polri akan terus melakukan proses identifikasi sehingga polisi bisa memberikan kepastian pada keluarga korban.

Berikut daftar korban Sriwijaya Air SJ 182 yang telah teridentifikasi:

1. Okky Bisma (30), pramugara Sriwijaya Air, teridentifikasi 11 Januari 2021

2. Fadly Satrianto (38), co-pilot NAM , teridentifikasi 12 Januari 2021

3. Khasanah (50), teridentifikasi 12 Januari 2021

4. Asy Habul Yamin (36), teridentifikasi 12 Januari 2021

5. Indah Halimah Putri (26), teridentifikasi 13 Januari 2021

6. Agus Minarni (47), teridentifikasi 13 Januari 2021

7. Ricko Mahulette (32), teridentifikasi 14 Januari 2021

8. Ihsan Adhlan Hakim (33), teridentifikasi 14 Januari 2021

9. Supianto (37), teridentifikasi 14 Januari 2021

10. Pipit Supiyono (23), teridentifikasi 14 Januari 2021

11. Mia Tresetyani (23), pramugari Sriwijaya Air, teridentifikasi 14 Januari 2021

12. Yohanes Suherdi (37), teridentifikasi 14 Januari 2021

13. Toni Ismail (59), teridentifikasi 15 Januari 2021

14. Dinda Amelia (15), teridentifikasi 15 Januari 2021

15. Isti Yudha Prastika (34), teridentifikasi 15 Januari 2021

16. Putri Wahyuni (25), teridentifikasi 15 Januari 2021

17. Rahmawati (59), teridentifikasi 15 Januari 2021

18. Arneta Fauziah, teridentifikasi 16 Januari 2021

19. Arifin Ilyas (26), teridentifikasi 16 Januari 2021

20. Makrufatul Yeti Srianingsih (30), teridentifikasi 16 Januari 2021

21. Beben Sopian (58), teridentifikasi 16 Januari 2021

22. Nelly (49), teridentifikasi 16 Januari 2021

23. Rizky Wahyudi, teridentifikasi 16 Januari 2021

24. Rosi Wahyuni, teridentifikasi 16 Januari 2021

25. Fao Nuntius Zai, bayi berumur 11 bulan, teridentifikasi 17 Januari 2021

26. Yuni Dwi Saputri (34), pramugari Sriwijaya Air, teridentifikasi 17 Januari 2021

27. Lu Iskandar (52), teridentifikasi 17 Januari 2021

28. Oke Dhurrotul Jannah (24), pramugari NAM Air, teridentifikasi 17 Januari 2021

29. Satu korban tidak disebutkan namanya, teridentifikasi 17 Januari 2021

Dari 29 korban yang telah teridentifikasi, 15 jenazah di antaranya sudah diserahkan kepada pihak keluarga. 

Jenazah yang telah diserahkan ke pihak keluarga masing-masing atas nama Okky Bisma, Asy Habul Yamin, Fadly Satrianto, dan Ricko.

Kemudian, Agus Winarni, Pipit Tiono, Aslan, Istiyuda Prastika, Ninda Amelia, Putri Wahyuni, Yohanes Suherni, Indah Halimah Putri, Arifin Ilyas, Makrufatul Yeti, dan Khasanah.

Jenazah Okky Bisma telah dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU), Condet, Jakarta Timur, Kamis (14/1/2021) pagi.

Sedangkan pada Kamis sore, jenazah Asy Habul Yamin dimakamkan di TPU Tanah Kusir, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.

Lalu, jenazah Isti Yudha Prastika dimakamkan di TPU Pondok Petir, Depok, Sabtu (16/1/2021).

Daftar Temuan Penting Selama 10 Hari Operasi Pencarian Sriwijaya Air SJ 182

Operasi pencarian Sriwijaya Air SJ 182 yang jatuh di perairan Kepulauan Seribu pada Sabtu (9/1/2021), masih belanjut.

Hari ini, Senin (8/1/2021), operasi pencarian sudah memasuki hari ke-10.

Tim SAR gabungan telah berhasil mengevakuasi banyak temuan mulai serpihan pesawat, potongan tubuh korban hingga bagian dari kotak hitam atau black box pesawat.

Kompas.com merangkum temuan-temuan penting pesawat Sriwijaya Air SJ 182 selama 10 hari operasi pencarian sebagai berikut.

1. Flight data recorder (FDR)

Flight data recorder (FDR) atau bagian kotak hitam pesawat Sriwijaya Air SJ 182 berhasil ditemukan Tim SAR gabungan pada Selasa (12/1/2020).

Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto mengatakan, penemuan ini dilaporkan Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Yudo Margono setelah sebelumnya melaporkan perkiraan lokasi black box.

"Pukul 16.40 WIB, KSAL melaporkan kembali bahwa flight data recorder sudah ditemukan," ujar Hadi Tjahjanto pada Selasa.

FDR merupakan bagain dari kotak hitam yang menjadi kunci untuk mengungkap penyebab jatuhnya pesawat rute Cengkareng-Pontianak itu.

FDR mencatat segala macam informasi terkait teknis pesawat sebelum jatuh di perairan Kepulauan Seribu.

2. Baterai dan casing CVR

Panglima Komando Armada (Koarmada) 1 Laksamana Muda TNI Abdul Rasyid mengatakan, bagian baterai dan casing Cockpit Voice Recorder (CVR) kotak hitam Sriwijaya Air SJ 182 telah ditemukan di Kepulauan Seribu, Jumat (15/1/2021) sore.

"Body atau casing-nya sudah kita temukan. Baterai atau beacon sudah kita temukan. Tinggal kita mencari memori CVR itu," kata Rasyid Jumat.

Untuk itu, pihaknya terus mengerahkan tim mencari keberadaan memori CVR.

 Menurut Rasyid, berdasarkan informasi dari KNKT, memori CVR tahan terhadap benturan dan belum pernah ditemukan dalam keadaan tidak utuh.

3. CVR Electronic

Pada Minggu (17/1/2021), Tim SAR telah menemukan bagian dari cockpit voice recorder (CVR), yakni CVR electronic.

CVR Electronic adalah unit yang berfungsi untuk menangkap data percakapan atau suara yang ada di cockpit.

"Jadi yang ditemukan adalah bagian dari CVR unit yang disebut adalah CVR electronic unit," kata Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI (Purn) Bagus Puruhito di JICT II, Tanjung Priok, Minggu.

Sementara saat ini Tim SAR masih mencari bagian CVR yang disebut Crash Survivable Memory Unit, yang berisi data percakapan atau suara di cockpit.

"Jadi yang pertama tadi fungsinya adalah menangkap, yang belum ketemu ini adalah yang merekam, yang berisi memorinya," tutur Bagus.

4. 308 kantong jenazah korban dan seriphan pesawat

Berdasarkan data terakhir, total ada 308 kantong berisi potongan tubuh korban telah dievakuasi.

Sejauh ini, dari temuan tersebut, Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri telah berhasil mengidentifikasi 29 korban jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ 182.

“Sampai saat ini dari 62 korban, berhasil diidentifikasi 29,” kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen (Pol) Rusdi Hartono di RS Polri, Minggu.

Tim SAR juga telah mengevakuasi obyek temuan lain, yakni serpihan kecil pesawat seperti kabel-kabel, puing-puing atau properti penumpang sebanyak 58 kantong dan 54 bagian potongan besar badan pesawat.

Temuan itu kemudian diserahkan kepada Komite Nasiojal Keselamatan Transportasi.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Daftar 29 Korban Sriwijaya Air SJ 182 yang Sudah Diidentifikasi, Salah Satunya Bayi Berusia 11 Bulan"

LihatTutupKomentar