Subhanallah! Shalat Dhuha Bisa Sembuhkan Diabetes, Benarkah? Ini Penjelasannya

Foto: Ilustrasi berdoa. (Tribunnews)

Detik Kabar - Subhanallah! Sholat Dhuha juga bermanfaat untuk kesehatan.

Apakah Anda mengidap penyakit diabetes?

Sebaiknya rutinitas melaksanakan sholat sunnah dhuha yang merupakan warisan Rasulullah SAW.

Sebelum memulai rutinitas harian, kita sebagai umat Muslim memiliki ibadah sunnah yang sayang untuk dilewatkan, yakni Shalat Dhuha.

Selain untuk melancarkan rezeki seorang Muslim, Shalat Dhuha juga memiliki manfaat untuk kesehatan.

Banyak orang yang tidak tahu bahwa Shalat Dhuha memiliki manfaat untuk sembuhkan penyakit diabetes.

Fakta tentang manfaat Shalat Dhuha yang bisa sembuhkan diabetes diungkap oleh seorang dokter dan peneliti bernama Dr Ebrahim Kazim.

Shalat Dhuha adalah Shalat Sunnah yang dilaksanakan saat matahari terbit sudah mencapai setinggi tombak di ufuk timur.

Salat Dhuha biasanya dilaksanakan sebelum orang-orang memulai melakukan aktivitas hariannya.

Maka banyak yang menyebut bahwa Salat Dhuha merupakan permulaan dan awal dari seseorang memulai sebuah kegiatan harian.

Selain memiliki keutamaan secara pahala dan sunnah, ternyata Shalat Dhuha juga memiliki manfaat yang luar biasa dalam hal kesehatan.

Gerakan-gerakan salat tersebut ternyata bisa bermanfaat sebagai kegiatan olahraga di pagi hari.

Manfaat Shalat Dhuha di bidang kesehatan dikemukakan oleh seorang peneliti dan dokter bernama Dr Ebrahim Kazim.

Dr Ebrahim Kazim, yang juga merupakan direktur dari Trinidad Islamic Academy menyatakan, “Repeated and regular movements of the body during prayers improve muscle tone and power, tendon strength, joint flexibility and the cardio-vascular reserve. (Gerakan tubuh yang berulang dan teratur selama salat dhuha meningkatkan kekuatan dan kekuatan otot, kekuatan tendon, fleksibilitas sendi, dan cadangan kardio-vaskular.)” kata Dr. Ebrahim Kazim.

Bedanya dengan olahraga biasa adalah Shalat Dhuha ini tentunya memiliki pahala yang luar biasa jika dikerjakan.

Seperti yang diriwayatkan Buraidah RA bahwa Rasulullah SAW bersabda,

“Dalam tubuh manusia terdapat 360 persendian, dan ia wajib bersedekah untuk tiap persendiannya.”

Para sahabat bertanya, “Siapa yang sanggup, wahai Rasulullah?”

Beliau menjawab, “Ludah dalam masjid yang dipendamnya atau sesuatu yang disingkirkannya dari jalan. Jika ia tidak mampu, maka dua rakaat Dhuha sudah mencukupinya.” (HR Ahmad dan Abu Dawud).

Shalat Dhuha tidak hanya berguna untuk mempersiapkan diri menghadapi hari dengan rangkaian gerakan teraturnya, tapi juga menangkal stress yang mungkin timbul dalam kegiatan sehari-hari.

Hal ini sesuai dengan keterangan dr Ebrahim Kazim tentang salat, yaitu, “Simultaneously, tension is relieved in the mind due to the spiritual component, assisted by the secretion of enkephalins, endorphins, dynorphins, and others. (Secara bersamaan, ketegangan berkurang dalam pikiran karena komponen spiritual, dibantu oleh sekresi enkephalin, endorfin, dinorfin, dan lainnya.).”

Ada ketegangan yang lenyap karena tubuh secara fisiologis mengelurakan zat-zat seperti enkefalin dan endorphin.

Zat ini sejenis morfin, termasuk opiate.

Efek keduanya juga tidak berbeda dengan opiate lainnya.

Bedanya, zat ini alami, diproduksi sendiri oleh tubuh, sehingga lebih bermanfaat dan terkontrol.

Jika barang-barang terlarang macam morfin bisa memberi rasa senang, yang kemudian mengakibatkan ketagihan disertai segala efek negatifnya.

Namun, endorphin dan enkefalin ini tidak.

Ia memberi rasa bahagia, lega, tenang, rileks, secara alami.

Menjadikan seseorang tampak ebih optimis, hangat, menyenangkan, serta seolah menebarkan aura ini kepada lingkungan di sekelilingnya.

Telah dilakukan juga penelitian oleh Mukhamad Rajin, Dosen Universitas Pesantren Tinggi Darul 'Ulum Fakultas Keperawatan mengenai pengaruh sholat Dhuha terhadap penurunan kadar glukosa darah.

Penelitian tersebut dipublikasikan di Jurnal Edu Health Volume 1 No 1 September 2010.

Ia membandingkan kadar glukosa darah dari orang yang Shalat Dhuha dengan khusyuk dan biasa.

Sebelum dilakukan penelitian, subjek penelitian diminta puasa selama 8 jam, kemudian diberikan minuman larutan glukosa 100 g/300 ml.

30 menit minum larutan gula kemudian dilakukan pengukuran glukosa darah sebagai data pre test.

90 menit kemudian juga dilakukan pengukuran glukosa darah sebagai data post test.

Hasilnya didapatkan bahwa secara signifikan kadar gula dalam darah dapat turun dengan Shalat Dhuha yang khusyuk dan tuma'ninah.

Shalat Dhuha dengan tuma’ninah dan khusyuk dapat digunakan sebagai alternatif pengganti olahraga di waktu pagi untuk menurunkan kadar glukosa darah khususnya pada penderita diabetus melitus, dan untuk menjaga kesehatan pada umumnya.

Shalat Dhuha dapat dipertimbangkan dan dikembangkan untuk terapi rehabilitasi dan terapi kesehatan yang lain. (*)

Artikel ini telah tayang di Tribunjogja.com dengan judul Shalat Dhuha Memiliki Manfaat untuk Kesehatan, Bisa Sembuhkan Diabetes, Ini Penjelasannya,

Sumber: https://aceh.tribunnews.com/2020/12/29/subhanallah-shalat-dhuha-bisa-sembuhkan-diabetes-benarkah-ini-penjelasannya

LihatTutupKomentar