Spesial Hari Ibu, Kisah Manis 4 Anak yang Dibesarkan Ibu Tiri Baik Hati

Foto: Spesial Hari Ibu: Kisah Ibu Tiri Baik Hati. Foto: iStock

Detik Kabar, Jakarta - Ibu tiri atau ibu sambung kerap kali dicap sebagai sosok yang antagonis dan hanya baik di depan suami saja. Terlebih ada anggapan ibu tiri lebih kejam dibandingkan ibu kandung.

Namun anggapan itu tak berlaku untuk keempat anak yang dibesarkan oleh ibu tiri. Mereka bisa hidup berdampingan dengan harmonis, seperti anak-anak pada umumnya yang memiliki kedekatan dengan kedua orangtua kandungnya. Kisah cerita tentang ibu tiri, menyimpan beragam cerita di baliknya.

Seperti kisah Nova Tenri Dewi Nasution (28 tahun), ia merupakan anak pertama dari empat orang bersaudara. Nova mengaku merasa dekat dan sudah seperti ibu kandung sendiri ketika hidup bersama dengan ibu tirinya.

"Aku sudah ditinggalkan ibu kandungku sejak umur sembilan bulanan. Dan ayah menikah lagi sejak aku umur 1,5 tahun. Sejak itu aku sudah diurus mama tiri. Sosok seorang ibu yang hangat, sangat perhatian kepada anak-anaknya dan agak sedikit bawel. Aku dan mama selalu ngobrol sih. Dulu sebelum nikah aku dan mama selalu cerita seputar keluarga kami aja. Aku anterin ke pasar, temenin beliau belanja ini itu, minta saran ke aku kalo ada apa-apa, temenin beliau masak dan lainnya," kata Nova yang memanggil ibu tirinya dengan sapaan mama, saat diwawancara oleh Wolipop, Jumat (18/12/2020).

Foto: Potret Nova Tenri Dewi Nasution bersama dengan keluarganya Foto: Dok. pribadi Nova

Wanita bernama Roro Indarni Brilian Jane Mangkunegaran juga merasakan kedekatan dengan ibu tirinya seperti Nova. Ia tidak pernah merasa bahwa ibunya adalah ibu tirinya, saking kedekatan yang sangat intim.

"Jadi aku panggilnya Mamiul, beliau sudah meninggal dunia sejak lima tahun yang lalu. Dia menemani aku sejak aku berusia sembilan tahun pas masih SD. Dia baik banget, bisa masak, sosok ibu pada umumnya, dan ngemong. Mami sangat kreatif membuat kerajinan tangan. Saat naik haji, beliau minta diperlihatkan sosok yang sayang sama dia dan muncul lah bayangan aku," kenang Jane yang tinggal di Bogor, Jawa Barat kepada Wolipop.

Kehangatan yang sama juga dirasakan oleh Latifah Nisa Taqiyah, mahasiswi Fakultas Pendidikan Psikologi Universitas Negeri Jakarta. Nisa panggilan akrabnya, hidup bersama ibu tirinya pada usia 18 tahun. Meski baru tiga atau empat tahun belakangan ini menjalani kehidupan bersama sang ibu tiri, Nisa sudah merasa sangat dekat dengannya.

"Dari aku umur 18 tahun kayaknya, pas aku awal masuk kuliah banget. Jadi 3-4 tahun yang lalu. Alhamdulillah ibu tiri aku selalu mendukung banget, terutama dibidang pendidikan. Kebetulan ibuku guru, jadi enak kalau diajak diskusi masalah kuliah," jelasnya dengan emosional.

Noorlisaat Fitri atau biasa disapa Icha juga merasakan nikmatnya memiliki ibu tiri baik hati. Icha diasuh sang ibu tiri sejak dia masih kecil. Ayah dan ibu kandung Icha sendiri sudah berpisah sejak dia berusia dua tahun.

"Waktu itu kayak aku nggak inget sosok ibu kandung, jadi bapak nikah lagi. Aku tahu bapak nikah tapi ya aku anggap itu ibu aku. Aku mulai ingat tentang ibu kandung waktu aku SD, jadi kayak ingatan tentang ibu yang hilang balik lagi. Selama hidup bersama ibu tiri, merawat aku kayak anak sendiri. Walau kadang ada masalah tapi kalau aku sakit mereka rawat aku dengan baik," pungkasnya.

Bagaimana kisah selanjutnya empat anak yang menjalani hidupnya bersama ibu tiri ini? Apa saja hal-hal yang mereka rasakan? Simak terus liputan khusus Wolipop Spesial Hari Ibu: Ibu Tiriku Ibu Periku. 

Sumber: https://wolipop.detik.com/love/d-5302417/spesial-hari-ibu-kisah-manis-4-anak-yang-dibesarkan-ibu-tiri-baik-hati

LihatTutupKomentar