Pria Heroik Penyelamat Bocah Hanyut di Sungai Surabaya Hafiz Al-Qur'an
Foto: Ayah dan ibu Muwafikin (Foto: Deny Prastyo Utomo)

Detik Kabar, Surabaya - Penyelamatan heroik terhadap bocah hanyut terbawa arus sungai di Surabaya viral di media sosial. Siapa pria pemberani yang menyelamatkan bocah tersebut?

Pemuda tersebut adalah Muwafikin (23) yang tinggal di Jalan Bumi Sari Praja, Kelurahan Lontar, Kecamatan Sambikerep. Dengan berani ia, menolong Muhammad Alfia Agustino (7) yang sempat hanyut terseret arus sungai hingga 500 meter pada Selasa (15/12) lalu.

Saat detikcom, mencoba mengunjungi rumahnya di Jalan Bumi Sari Praja, Kelurahan Lontar, Kecamatan Sambikerep. Pemuda tersebut sudah tidak berada di rumahnya. Hanya ada ayahnya Mahsan (45) dan ibunya Ani Soraya (43) yang menghuni rumah gubuk yang berada dekat sungai.

Mahsan mengatakan setelah penyelamatan heroik tersebut, Muawafikin sudah kembali ke Pondok Pesantren di kawasan Ampel, Surabaya untuk menyelesaikan hafalan Al-Qur'an. Sebab pemuda tersebut merupakan seorang hafiz yang hafal 29 juz.

"Setelah kejadian, anak saya sudah kembali ke pondok," kata Mahsan kepada detikcom, Jumat (18/12/2020).

Mahsan menjelaskan sebelum terjadi peristiwa penyelamatan bocah yang terbawa arus, ia meminta anaknya pulang dari pondok karena ada acara khataman Al-Qur'an di dekat rumah. Setelah itu rencananya sore mau balik lagi ke pondok. Kebetulan setelah itu terjadi peristiwa itu.

Saat itu Muwafikin yang baru saja menyambut ibunya pulang kerja, duduk santai di depan rumahnya, namun tiba-tiba ada temannya datang meminjam tali tampar yang akan digunakan menolong anak tenggelam.

Tidak lama, Ani, ibu Muwafikin mendengarkan teriakan warga lalu keluar, ternyata benar ada anak tenggelam dan ada seseorang yang mencoba menyelamatkan bocah itu, namun belum berhasil. Spontan Ani meminta Muwafikin untuk menolong bocah itu.

"Spontan saya tanya anak saya, kamu bisa berenang? Insyaallah jawab anak saya. Anak saya kemudian saya tarik untuk menyelamatkan anak itu," lanjut Ani.

Setelah berhasil menolong bocah tenggelam dan menaikkannya ke darat. Ani mengatakan anaknya juga sempat membantu warga lainnya yang sejak awal ikut berupaya menolong bocah tersebut.

"Setelah menyelamatkan anak kecil, kemudian menyelamatkan orang yang besar itu, hingga kakinya robek," ungkap Ani.

Ani mengaku tidak mengira anaknya bisa membantu bocah yang tenggelam itu. Sebab setelah mengikuti khataman Al-Qur'an, anaknya rencananya akan kembali ke pondok pesantren.

"Sudah jalannya kayaknya, karena anak saya mau balik ke pondok. Awalnya tak minta pulang ikut ngaji di tetangga acara 100 hari meninggalnya anaknya, karena anak saya hafiz Qur'an," ujar Ani.

Atas kejadian itu, Ani meminta semua orangtua waspada terhadap anaknya masing-masing. Sebab sungai tersebut tidak ada pembatasnya.

"Semoga sama pemerintah dibuatkan batas di pinggir sungai, biar kejadian serupa tidak terulang kembali," tandas Ani. 

Sumber: https://news.detik.com/berita-jawa-timur/d-5301244/pria-heroik-penyelamat-bocah-hanyut-di-sungai-surabaya-hafiz-al-quran?tag_from=wpm_nhl_34

LihatTutupKomentar