Pensiunan Guru yang Jadi Korban Perampokan dan Pembunuhan di Mibo Berencana Mau Pindah ke Lamcot
Foto: Personel Inafis Satuan Reskrim Polresta Banda Aceh, sedang berada di rumah Nurhayati (62) seorang pensiunan guru yang dirampok dan dibunuh di rumahnya, kompleks Perumahan Guru Gampong Mibo, Kecamatan Banda Raya, Banda Aceh, Jumat (25/12/2020).

Detik Kabar, BANDA ACEH - Syarbini (67) dan istrinya Nurhayati (62) yang menjadi korban perampokan dan pembunuhan oleh pelaku yang belum diketahui identitasnya, Jumat (25/12/2020) siang, berencana pindah ke rumah baru mereka di Gampong Lamcot, Kecamatan Darul Imarah, Aceh Besar.

Kepindahan itu direncakan Bulan Desember 2020 ini.

Hal tersebut diungkap Keuchik Gampong Mibo, Fakhrurrazi, kepada Serambinews.com, Minggu (27/12/2020).

"Beliau (Syarbini-red) dan istrinya, berencana pindah ke rumah baru mereka di Gampong Lamcot dalam bulan ini. Beliau sempat mengundang saya agar bisa hadir, sekedar buat syukuran dan acara kecil-kecilan nanti di rumah baru mereka," kenang Fakhrurrazi.

Rasa kebahagiaan yang dirangkul di hari tua bersama istrinya itu dengan menempati rumah baru mereka, lanjut Fakhrurrazi, justru berganti duka.

"Allah berkehendak lain terhadap istri pak Syarbini. Bukan hanya harapan dari keluarga, kami juga menaruh harapan besar agar kasus pembunuhan ini segera terungkap," ungkap Fakhrurrazi.

Ia menjelaskan, Syarbini dan istrinya Nurhayati yang merupakan pensiunan guru SD itu sudah sejak tahun 1993 tinggal di Gampong Mibo dan keduanya dikenal baik bersama masyarakat serta para tetangganya.

"Pak Syarbini dan istrinya orang baik. Bahkan setiap ketemu beliau, Pak Syarbini selalu bertegur sapa dan kami sering duduk dan membahas apa yang penting untuk dibahas. Begitu pula halnya dengan warga gampong lainnya," jelas Fakhrurrazi.

Ia menjelaskan, malam ini merupakan malam kedua dilaksanakan samadiah bagi almarhumah Nurhayati yang dilaksanakan di Kompleks Perumahan Guru Gampong Mibo.

Fakhrurrazi kemudian juga menerangkan pasangan Syarbini dan istrinya Nurhayati dianugerahi dua orang anak, masing-masing Yani Makhfirah (32) dan Nasrullah (30).

"Keduanya sudah menikah," terang Fakhrurrazi.

Menyikapi peristiwa tersebut, terang Fakhrurrazi, pihaknya akan meningkatkan patroli Linmas Gampong Mibo.

Seperti diberitakan, Nurhayati (62) seorang pensiunan guru yang tinggal di Kompleks Perumahan Guru, Gampong Mibo, Kecamatan Banda Raya, Banda Aceh, ditemukan dalam kondisi tak bernyawa oleh suaminya, Syarbini (67), pada Jumat (25/12/2020) siang.

Pada saat ditemukan, perempuan malang itu ditemukan dalam kondisi telungkup di lantai ruang tengah rumahnya, masih dalam keadaan menggenakan mukena putih.

Peristiwa itu diperkirakan terjadi saat Syarbini, pergi ke masjid untuk melaksanakan shalat Jumat.

Sementara istrinya, Nurhayati tinggal sendiri di rumah.

Mirisnya, pada saat ditemukan di dalam mulut Nurhayati, ditemukan plastik yang disumpal oleh pelaku.

Besar dugaan, agar korban tidak berteriak saat kejadian itu terjadi.

Pihak Kepolisian juga menemukan ada bercak darah di mukena putih yang dikenakan almarhumah saat itu dan besar dugaan korban sempat mengalami kekerasan sebelum dihabisi oleh tersangka yang belum teridentifikasi itu.

Almarhumah Nurhayati, pada hari itu juga dikebumikan di pemakaman umum Gampong Lhong Cut, Kecamatan Banda Raya Banda Aceh, setelah divisum di RSUD Meuraxa. 

Sumber: https://aceh.tribunnews.com/amp/2020/12/27/pensiunan-guru-yang-jadi-korban-perampokan-dan-pembunuhan-di-mibo-berencana-mau-pindah-ke-lamcot

LihatTutupKomentar