Cerita Guru SD Banting Setir Bisnis Baju Kucing, Viral Sampai Mancanegara
Foto: Baju kucing. Foto: Instagram @fredi_lugina

Detik Kabar, Jakarta - Pria bernama Fredi Lugina Priadi sebelumnya adalah seorang guru di SDN Jampang 01, Kecamatan Kemang, Kabupaten Bogor. Hingga pada 2018 dia memutuskan untuk menjadi wiraswastawan. Usaha yang dirintisnya adalah membuat baju untuk kucing.

Fredi mulai mencoba membangun usaha baju kucing setelah lima tahun bekerja menjadi guru. Dia merasa pendapatan sebagai guru honorer tak cukup untuk memenuhu kebutuhan sehari-hari.

"Kalau jadi honorer kan pendapatannya sangat minim terlebih di SD. Saya pernah menggajar SD kurang lebih lima tahun menjadi guru kelas. November kemarin saya putuskan untuk berhenti. Saya lebih senang menjadi wiraswata," kisah Ferdi saat berbincang dengan Wolipop, Kamis (10/12/2020).

Ferdi awalnya membangun usaha dengan binis konveksi pakaian. Hingga suatu hari dia melihat keponakanan dan kakaknya yang menyukai kucing suka bermain-main dengan hewan berkaki empat tersebut. Mereka pun memberikan usul untuk mencoba membuat baju kucing.

"Posisi saya 2017 sudah ada konveksi pakaian. Saya lihat di internet memang ada (baju untuk kucing dan anjing). Lalu saya coba model konvensional kayak kaus dan tunik. Pada 2018 kakak saya kasih ide untuk bikin kostum karakter dan bajunya pakai tangan jadi (kucing) kelihatan berjalan," jelasnya.

Karya kostum baju kucing dengan tema karakter ini kemudian diunggah Ferdi ke akun Instagramnya @fredi_lugina. Momen yang diingatnya membuat kostum baju kucing buatannya naik daun adalah pada Ramadhan 2018. Pada saat itu dia mencoba membuat baju kucing dengan tema ala pak haji.

"Saya buat pada puasa hari ketiga atau keempat gitu. Saya posting dan hidupnya dari media sosial, Facebook dan lainnya. Alhamdulillah responnya baik dan pada bertanya beli di mana. Seiring waktu karakternya berkembang hingga kini," tutur pria yang kini juga menjual baju untuk kucing buatannya di ecommerce.

Pada Ramadhan 2019 banyak yang meminta Fredi untuk tak hanya membuat kostum ala pak haji. Ada juga yang menginginkan kostum hijab untuk kucing dan karakter lainnya.

Baju Kucing Buatan Fredi Dikenal Sampai Mancanegara

Sering menampilkan baju kucing buatannya di media sosial, karya Fredi pun dikenal luas. Bahkan sejumlah media asing pernah mengulas baju kucing yang dibuatnya. Salah satu media internasional yang membahas baju kucing buatannya adalah Reuters.

"Yang pertama viral itu model hijab, ada di website coconut. Saya nggak pernah menyangka awalnya malah yang mengangkat tuh website luar bukan dalam negeri. Saya tahunya viral sekitar pertengahan bulan kemarin," ucapnya terharu.

Fredi mengungkapkan baju kucing buatannya yang banyak diminati adalah yang bertema karakter superhero dan profesi. Baju-baju kucing karyanya ini dijual dengan harga mulai dari Rp 38 ribu hingga Rp 1,5 juta. Harga baju kucing tersebut tergantung dari tingkat kesulitan desainnya.

Dalam membuat satu baju kucing, Fredi biasanya hanya membutuhkan waktu sekitar satu jam. Dia pun bisa menghasilkan 10 baju kucing sehari dengan model yang sama.

Dari menjual baju-baju kucing ini Fredi bisa mendapatkan pendapatan untuk menghidupi keluarganya. Pria yang tinggal di Kecamatan Kemang, Kabupaten Bogor ini mengaku bisa mendapatkan Rp 2 juta hingga Rp 3 juta.

"Pendapatannya saya full dari baju kucing ini. Sekarang lebih dari cukup sekitar Rp 2,2 juta - Rp 3 juta. Karena saya masih mengelolanya sendiri. Ini bisnis keluarga, saya, istri saya dan adik saya. Kita kewalahan melayani pesanan orang," ujarnya ramah. 

Sumber: https://wolipop.detik.com/fashion-news/d-5293279/cerita-guru-sd-banting-setir-bisnis-baju-kucing-viral-sampai-mancanegara

LihatTutupKomentar